2 Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor, Evakuasi Berlangsung 9 Jam

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
2 Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Longsor, Evakuasi Berlangsung 9 JamNasional | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:56

TRENGGALEK, iNews.id - Dua penggali sumur tewas tertimbun longsor tanah dan bebatuan saat bekerja di Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), Senin (3/8/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis selama sembilan jam hingga Selasa (4/8/2026) dini hari.

Kedua korban diketahui bernama Jumiyo dan Nur Rohman, warga Desa Besuki. Mereka mendapat pekerjaan untuk menambah kedalaman sumur milik seorang warga bernama Bibit pada Senin (3/8/2026).

Awalnya, proses penggalian sumur berjalan lancar. Namun, dinding sumur tiba-tiba ambrol ketika kedua korban masih berada di dalam.

Material tanah bercampur bebatuan langsung menimbun korban. Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 20 meter, sementara posisi korban berada pada kedalaman kurang lebih 13 meter.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Bayu Prasetyo mengatakan, kedua korban sedang memperdalam sumur ketika terjadi longsor.

“Dua orang menggali sumur untuk menambah kedalamannya. Tiba-tiba sumur ambrol dan menimbun keduanya di kedalaman kurang lebih 13 meter,” ujarnya.

Baca Juga:Jenderal Polisi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Istana: Hukum Tak Pandang Bulu!

Informasi kejadian kemudian diterima Basarnas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek. Tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi.

“Kami terima informasi dari rekan-rekan BPBD Trenggalek lalu merespons dengan meluncur ke TKP dan melakukan tindakan evakuasi,” katanya.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengangkat kedua korban. Namun, proses evakuasi tidak mudah. Posisi korban berada jauh di dalam sumur dan tertutup material tanah serta bebatuan dengan ketebalan diperkirakan mencapai satu meter.

Petugas harus mengeluarkan material longsoran secara bertahap agar tidak memicu ambrol susulan. Kondisi ruang yang sempit juga membuat proses penyelamatan berlangsung lebih lama.

“Posisi TKP masih tertimbu tanah sehingga kami lakukan proses evakuasi material. Setelah itu korban berhasil kami evakuasi namun dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Baca Juga:Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh

Setelah bekerja selama sekitar sembilan jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat kedua korban pada Selasa (4/8/2026) dini hari. Korban Jumiyo dan Nur Rohman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan dan visum oleh kepolisian.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, kedua jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menyatakan insiden tersebut merupakan kecelakaan kerja.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Peran Thailand Pulangkan Hampir 1.000 WNI Korban Scam
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Di Pelican Crossing Jakarta, Lampu Hijau Belum Tentu Aman bagi Pejalan Kaki
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Adaro Andalan Indonesia Raih Apresiasi Anugerah ESG 2026 dari IDX Channel 
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Nasib Petani Sulsel Membaik, NTP Naik 2,14 Persen Juli 2026
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Jadi Mahasiswa Baru, Memulai Jadi Pelajar
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.