Jadi Mahasiswa Baru, Memulai Jadi Pelajar

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Perjalanan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri dan swasta untuk tahun ajaran 2026/2027 dimulai dengan rangkaian berbagai program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru. Ini menjadi awal bagi semua mahasiswa semester awal untuk menjadi pelajar agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Universitas Terbuka (UT) Jakarta, salah satunya, menyelenggarakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian Gelombang 2 di Gedung UT di Pondok Cabe, Tangerang, Sabtu (1/8/2026). Sekitar 2.000 mahasiswa baru dari sejumlah kota dan kabupaten yang berada dalam wilayah layanan UT Jakarta sejak pagi hari berdatangan ke kampus pusat UT.

Mahasiswa baru UT ini berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari lulusan SMA/SMK, pekerja profesional, aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, hingga pelaku usaha. Mereka memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi yang menyediakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang jadi keunggulan UT.

Baca JugaMahasiswa Diharapkan Tanggap pada Perubahan Zaman
Baca JugaBekali Mahasiswa Baru dari Masalah Perundungan, Kekerasan Seksual, hingga Ekstremisme

”Pendidikan tinggi harus mampu membangun manusia yang memiliki kapabilitas menghadapi masa depan. Belajar di UT tidak hanya memberikan fleksibilitas dalam menentukan waktu dan tempat belajar, tetapi juga melatih mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” kata Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Adrian Sutawijaya dalam siaran pers UT.

Kegiatan OSMB di UT membekali mahasiswa baru untuk memahami pendidikan terbuka dan jarak jauh, sistem pembelajaran UT, literasi perpustakaan digital, registrasi pembelajaran dan ujian, dan pengenalan aplikasi MyUT dan UT Online. Selain itu, juga untuk penguatan karakter mahasiswa melalui materi etika, integritas, dan komunikasi cerdas di dunia digital.

”Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam pembelajaran harus dibarengi dengan penguatan soft skill mahasiswa. Teknologi harus menjadi alat bantu yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi agar lulusan UT mampu bersaing secara global,” kata Adrian.

Pada semester ganjil ini, UT Jakarta melayani sekitar 100.000 mahasiswa. Layanan kuliah dengan model PJJ ini hadir untuk memperluas akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia yang terjangkau, tanpa adanya biaya gedung dan berbagai biaya tambahan lainnya.

Sementara itu, Direktur UT Jakarta M Muzammil mengatakan, sekitar 75 persen mahasiswa UT merupakan pekerja aktif. Karena itu, keberhasilan studi sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola waktu, kedisiplinan, dan kemandirian belajar.

”Kami berharap mahasiswa dapat memperluas khazanah berpikir dan memanfaatkan proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Kurikulum di UT terus diperbarui secara berkala agar sesuai dengan perkembangan zaman. Jadilah mahasiswa yang tangguh, mandiri, dan terus belajar. Manfaatkan seluruh bantuan belajar yang telah disediakan UT serta aktif mencari informasi akademik yang dibutuhkan,” pesan Muzammil.

Mahasiswa baru diperkenalkan dengan fasilitas pembelajaran yang tersedia di UT. Mulai dari bahan ajar digital, tutorial online, aplikasi MyUT, hingga berbagai sumber belajar lainnya dirancang untuk membantu mahasiswa sukses dalam studi. Mahasiswa UT diingatkan tidak boleh pasif dalam belajar. Sebab, menjadi mahasiswa UT dituntut sikap kemandirian, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta optimalisasi penggunaan bahan agar sukses menjalani pendidikan.

”Menjadi mahasiswa UT berarti siap menjadi pelajar sepanjang hayat yang mandiri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan untuk melahirkan generasi muda bangsa yang siap belajar tanpa batas, berkontribusi untuk masyarakat, dan menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Muzammil.

Di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, 11.099 mahasiswa baru ikut dalam peresmian rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026. Keikutsertaan mahasiswa baru UGM dalam kegiatan yang mengusung tema ”Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa” ini sebagai langkah awal mengenali kehidupan kampus, membangun karakter, dan menginternalisasikan nilai-nilai ke-UGM-an.

Baca JugaMahasiswa Perlu Bekal Lengkap Hadapi Perubahan
Baca JugaBangkit dan Berdayakan Anak-anak Muda dengan Pendidikan Berkualitas

Rektor UGM Ova Emilia mengatakan, masa awal perkuliahan merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi insan yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. ”Gadjah Mada Muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengembangkan potensi diri, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan jati diri UGM, serta memberikan kontribusi yang berdampak, baik di tingkat lokal maupun global,” kata Ova dikutip dari laman resmi UGM.

Sebagai bagian dari penguatan nilai keberlanjutan, PIONIR 2026 juga menghadirkan materi green campus yang diimplementasikan melalui Action Plan bertema ”Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata”. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 20 kelurahan/kalurahan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

”Action Plan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, mengasah kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat sejak awal menjadi Gadjah Mada Muda,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito.

Sementara itu di Surabaya, gemuruh tepuk tangan mengiringi pengukuhan sebanyak 9.416 mahasiswa baru Program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma Universitas Airlangga (Unair) di akhir Juli 2026. Momen itu menjadi langkah awal para Ksatria Airlangga mengarungi dunia pendidikan tinggi.

Rektor Unair Muhammad Madyan mengajak seluruh mahasiswa baru memanfaatkan masa studi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.  ”Di hadapan saya berdiri para calon akademisi, wirausahawan, pemimpin, dan inovator yang kelak akan berkontribusi bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujarnya.

Gemuruh tepuk tangan mengiringi pengukuhan sebanyak 9.416 mahasiswa baru Program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma Universitas Airlangga (Unair)  di akhir Juli 2026. Momen itu menjadi langkah awal para Ksatria Airlangga mengarungi dunia pendidikan tinggi.

Madyan memaparkan karakter HEBAT, yaitu humblehonest, and helpfulexcellentbraveagile, serta transcendent yang harus dimiliki mahasiswa Unair. Setiap mahasiswa diajak untuk menghidupi nilai-nilai HEBAT melalui kejujuran, keberanian menghadapi tantangan, kemampuan beradaptasi, hingga kepedulian untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

”HEBAT bukan sekadar akronim atau slogan. HEBAT adalah panduan hidup bagi seluruh keluarga besar Universitas Airlangga. Saya berharap nilai-nilai tersebut tidak sekadar dihafalkan, tetapi juga dipraktikkan,” tegas Madyan.

Madyan juga mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai peluang selama menempuh pendidikan, mulai dari organisasi, kompetisi, pertukaran pelajar, hingga pengabdian masyarakat. ”Perjalanan sebagai mahasiswa tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Mari, kita rajut masa depan yang gemilang dengan semangat HEBAT dan berlandaskan excellence with morality demi melahirkan generasi yang membawa manfaat bagi nusa dan bangsa,” kata Madyan.

Pertemuan orangtua

Guna mendukung kesuksesan mahasiswa baru berkuliah di UGM sejak awal, UGM juga menggelar acara Temu Orang Tua Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan dialog antara universitas dan orangtua dalam membangun kolaborasi untuk mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan.

”Kami percaya bahwa keberhasilan pendidikan mahasiswa bukan hanya kerja tunggal institusi pendidikan tinggi. Perlu kerja kolaboratif dari para orangtua agar dapat membentuk ekosistem pembelajaran yang saling menopang dalam mewujudkan prestasi akademik mahasiswa,” kata Ova.

Baca JugaMahasiswa Baru di PTN Dapat Meminta Peninjauan Ulang UKT
Baca JugaMahasiswa Baru dan Orangtua yang Tak Rela

Menurut Ova, UGM mendukung lingkungan belajar yang aman dengan menjamin kampus bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan segala bentuk diskriminasi. Kesehatan mental dan fisik mahasiswa menjadi prasyarat penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

”Kesehatan mental, antidiskriminasi, dan kampus inklusif menjadi komitmen kami dalam menjalankan mandat pendidikan bermartabat UGM. Adapun pelayanan kesehatan yang disediakan UGM, seperti klinik dan rumah sakit, serta unit pelayanan untuk menjaga kesejahteraan, seperti Unit Layanan Kesehatan Mental dan Unit Layanan Disabilitas,” jelasnya.

Siti Rohani, selaku perwakilan orangtua mahasiswa baru, berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa studi sebagai proses pendewasaan dengan tidak hanya mengejar prestasi akademik. Mahasiswa juga berkesempatan membangun karakter, integritas, kepedulian sosial, integritas, kepedulian sosial, serta semangat belajar sepanjang hayat.

”Kami titipkan mereka kepada bapak dan ibu sekalian untuk dibimbing menjadi insan yang berilmu, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan kemanusiaan,” ujar Siti.

Pertemuan dengan orangtua/wali mahasiswa baru secara daring digelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip). Kegiatan ini masuk dalam agenda Sosialisasi Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Baca JugaJasa ”Ibu Sewaan” Laris Manis di Kampus-kampus AS

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FIB Undip Eta Farmacelia Nurulhady melalui surat edaran mengatakan, pihak fakultas berharap para orangtua dapat meluangkan waktu untuk menyimak berbagai informasi penting mengenai akademik dan kemahasiswaan.

”Kehadiran serta dukungan dari Bapak/Ibu orangtua/wali sangat dinantikan demi kelancaran dan kesuksesan para calon mahasiswa baru dalam memulai kehidupan kampusnya,” kata Eta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tolak Barcelona, Rodri Hanya Ingin Main di Real Madrid
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Keisya Levronka Ketagihan Main Film
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Nelayan Situbondo Hilang saat Melaut Ditemukan Meninggal, Tangis Keluarga Pecah
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Bahlil Buka Suara soal Ekspor Nikel RI Tersendat Akibat LTJ
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja Sipil Usai Pembunuhan Lima Pekerja di Papua
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.