TAPANULI TENGAH, iNews.id - Banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memaksa 150 warga mengungsi setelah tanggul Sungai Silaga-laga jebol, Senin (3/8/2026)pukul 10.30 WIB. Akibatnya sekitar 50 rumah warga dilaporkan terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Silaga-laga meningkat hingga tanggul sungai tidak mampu menahan aliran air.
“Akibat kejadian tersebut, sebanyak 50 kepala keluarga atau 150 jiwa terpaksa mengungsi, sementara sekitar 50 unit rumah terdampak banjir. Data korban dan kerusakan masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Banjir merendam Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka. Genangan juga melanda Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri.
Baca Juga:Penembakan di Intan Jaya Papua, Seorang Ibu Hamil TewasBPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan tenda pengungsian di Lingkungan II, Kelurahan Hutanabolon. Sejumlah warga yang mengalami trauma dievakuasi ke Gereja HKI Lama di lingkungan yang sama.
Pemerintah daerah bersama BNPB terus melakukan asesmen, kaji cepat, dan pemantauan di seluruh wilayah terdampak.
“Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga terus memperkuat penanganan darurat melalui asesmen dan koordinasi lintas instansi. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan asesmen, kaji cepat, dan monitoring di seluruh lokasi terdampak banjir. BNPB turut memberikan pendampingan teknis dan melakukan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah pengendalian banjir di lapangan,” ujarnya.
Tim BNPB dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama Asisten I di Kantor Kelurahan Sipange, Selasa (4/8/2026). Tim juga mendampingi pengurusan dokumen prahibah bantuan logistik dan peralatan.
Penanganan darurat dilakukan dengan memperkuat tebing sungai sepanjang sekitar 400 meter. Hingga laporan disampaikan, sebanyak 47 jumbo bag telah terpasang.
Baca Juga:Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh“Pada Selasa (4/8), Tim BNPB dijadwalkan melaksanakan rapat koordinasi bersama Asisten I di Kantor Kelurahan Sipange, melakukan pendampingan administrasi dokumen Pra Hibah Bantuan Logistik dan Peralatan, serta melanjutkan monitoring pekerjaan perkuatan tebing sungai sepanjang sekitar 400 meter. Hingga saat ini, progres penyusunan tanggul telah mencapai 47 jumbo bag,” ucapnya.
BNPB menargetkan penyusunan sekitar 1.000 jumbo bag untuk memperkuat kawasan tebing sungai. Sebanyak 4.000 jumbo bag tambahan juga direncanakan didatangkan dari Kabupaten Luwu setelah proses koordinasi selesai.
Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah akan melanjutkan normalisasi bagian hulu. Sementara Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara akan mengirim alat berat tambahan untuk normalisasi bagian hilir.
Namun, hujan yang terus berlangsung menjadi kendala dalam proses pengerjaan. Debit sungai kembali meningkat dan menggerus tebing yang berada dekat dengan permukiman warga.
Baca Juga:Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM“Meskipun berbagai upaya terus dilakukan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala akibat faktor cuaca. Curah hujan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari menghambat pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga,” katanya.
Genangan di sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan telah surut. Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan material sisa banjir, tetapi tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan.
#sumut




