Kebakaran hutan yang melanda Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, terus meluas. Luas area yang terbakar kini telah melebihi 250.000 acre (sekitar 101.000 hektare), sehingga memaksa sejumlah komunitas melakukan evakuasi darurat. Pada Sabtu (1 Agustus), pemerintah negara bagian mengumumkan status darurat untuk seluruh wilayah Washington dan memberlakukan larangan menyalakan api guna mencegah munculnya titik api baru.
EtIndonesia.com Kebakaran terjadi di berbagai wilayah Washington. Di sekitar Spokane, bagian timur negara bagian, salah satu kebakaran telah menghanguskan sekitar 3.000 acre (sekitar 1.214 hektare) lahan dan mengancam sekitar 4.000 bangunan. Sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik, sementara banyak penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Gubernur Negara Bagian Washington, Bob Ferguson, mengatakan: “Negara bagian kami sedang menghadapi situasi yang sangat serius, dengan beberapa kebakaran hutan yang terjadi secara bersamaan. Hati kami bersama warga yang kehilangan rumah dan mereka yang terpaksa mengungsi.”
Pada Sabtu (1/8/2026), Gubernur Ferguson secara resmi menetapkan status darurat di seluruh Negara Bagian Washington. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memberlakukan larangan menyalakan api di seluruh negara bagian dengan harapan dapat mengurangi risiko munculnya kebakaran baru.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran hutan tersebut.
Namun demikian, pihak berwenang memperkirakan bahwa angin kencang dan suhu tinggi selama akhir pekan akan membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Pemerintah negara bagian mengimbau masyarakat untuk terus memantau pemberitahuan evakuasi dan menghindari bepergian ke wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran.
Laporan disusun oleh Xu Zhe dan Liu Fang, NTDTV.





