HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Tim gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hingga Selasa (4/8), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat total korban yang telah dievakuasi mencapai 238 orang.
Jumlah tersebut bertambah lima orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat sebanyak 233 korban berhasil diselamatkan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan dari total korban yang telah dievakuasi, sebanyak 62 orang masih berada dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah sebelumnya dievakuasi sementara ke Pulau Masalembu.
“Dengan rincian terakhir bahwa yang masih dalam perjalanan ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu menuju ke Surabaya,” ujar Syafii di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).
Menurutnya, kapal yang mengangkut para korban semula diperkirakan tiba di Surabaya sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Namun, kondisi gelombang laut yang cukup tinggi menyebabkan perjalanan mengalami keterlambatan sekitar dua hingga tiga jam.
“Yang kita perkirakan bahwa kapal ini akan sampai jam 10.00 WIB sampai jam 11.00 WIB ternyata karena kondisi ombak sehingga perjalanan akan memakan waktu kurang lebih delay sampai 2-3 jam,” katanya.
Syafii menegaskan operasi pencarian di lokasi kebakaran kapal masih terus berlangsung. Basarnas mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi dari Basarnas Surabaya untuk menyisir area kejadian.
Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi disesuaikan dengan konsep operasi yang ditetapkan Basarnas Command Center di kantor pusat agar proses pencarian berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Operasi pencarian tetap kita laksanakan. Ada KN SAR 249 Permadi dari Basarnas Surabaya masih melaksanakan operasi. Tentunya operasi akan disesuaikan dengan konsep operasi yang dikeluarkan oleh Basarnas Command Center yang ada di kantor pusat,” jelasnya.
Terkait kemungkinan penghentian operasi, Syafii mengatakan Basarnas belum dapat memastikan batas waktunya. Saat ini, pihaknya masih melakukan pencocokan data korban bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal.
“Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakuasi nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner,” ujarnya.
Ia menegaskan operasi pencarian baru akan dihentikan setelah seluruh korban dipastikan telah terevakuasi sesuai dengan manifes dan data resmi yang dimiliki pihak terkait.
“Kalau semuanya yang kita harapkan adalah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakuasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan,” tegasnya.
Meski hingga kini belum ada laporan dari keluarga mengenai anggota keluarga yang dinyatakan hilang, Basarnas tetap melanjutkan pencarian guna memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal.
Sementara itu, terkait kemungkinan pencarian di dalam bangkai kapal, Syafii menyebut langkah tersebut masih menunggu hasil verifikasi data korban dengan KSOP dan perusahaan pemilik kapal.
“Seluruh korban yang terevakuasi ini rencana akan kita konfirmasikan kepada KSOP maupun kepada owner. Kalau semua data itu sudah sesuai, tentunya dengan cepat operasi bisa kita selesaikan,” pungkasnya.





