KAIRO, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) dan Iran menyampaikan pernyataan yang saling bertolak belakang mengenai dimulainya kembali perundingan untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Di saat yang sama, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz, memperlihatkan bahwa situasi keamanan di salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia itu masih belum stabil.
Presiden AS Donald Trump pada Senin (3/8/2026) mengatakan pembicaraan dengan Iran telah dimulai kembali sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang.
Baca Juga: Iran Pasang Spanduk Ancaman Trump, AS Pamer Pesawat Tempur Siluman F-35C | KOMPAS MALAM
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah ia mengumumkan pembatalan rencana serangan besar terhadap Iran, yang menurutnya dilakukan setelah mendapat dorongan dari sejumlah sekutu di kawasan Teluk, yakni Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump menegaskan bahwa komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung meski dibantah oleh Teheran.
"Terlepas dari apakah Iran ingin mengakuinya atau tidak, faktanya kami sedang berbicara," kata Trump dikutip dari Associated Press.
Namun, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pembicaraan yang dilakukan Teheran hanya berlangsung dengan Oman dan difokuskan pada pembahasan jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz.
Menurut Baghaei, tidak ada perundingan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.
Perbedaan pernyataan kedua negara semakin terlihat setelah Trump mengungkapkan kekesalannya melalui media sosial Truth Social.
Baca Juga: [FULL] Iran Bantah Klaim Trump Minta Tunda Serangan, Agung Sasongkojati Bahas | KOMPAS PETANG
Ia menuding kepemimpinan Iran bersikap tidak konsisten karena, menurutnya, meminta pertemuan namun di saat yang sama menyangkal adanya dialog.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Iran
- Amerika Serikat
- Selat Hormuz
- Donald Trump
- Konflik Iran AS





