Ringkasan Berita:
- Puluhan warga Desa Gununggangsir menggeruduk Polsek Beji, Kabupaten Pasuruan, menuntut keadilan atas meninggalnya Widi Nur Cahyono.
- Warga menduga korban mengalami penganiayaan oleh oknum polisi saat proses penangkapan.
- Polres Pasuruan membentuk tim khusus untuk memeriksa anggota yang terlibat dalam penangkapan.
- Masyarakat meminta proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan seluruh pihak yang terbukti bersalah diproses sesuai hukum.
Pasuruan (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menggeruduk Markas Polsek Beji, Selasa (4/8/2026), untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Widi Nur Cahyono. Aksi tersebut dipicu dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota kepolisian saat proses penangkapan terhadap korban pada Senin (3/8/2026).
Kedatangan massa di Mapolsek Beji merupakan bentuk protes atas proses penangkapan yang dinilai tidak transparan dan diduga berujung pada meninggalnya korban. Warga meminta kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi penangkapan sekaligus mempertanggungjawabkan tindakan anggota yang terlibat.
Salah seorang warga yang mengikuti aksi, Aris, mengatakan masyarakat datang untuk meminta klarifikasi atas peristiwa yang menimpa Widi Nur Cahyono.
“Ini kami mau meminta klarifikasi atas penangkapan korban yang diduga dianiaya hingga meninggal dunia kemarin. Warga memilih mendatangi Polsek Beji karena geram atas aksi penangkapan tanpa surat perintah yang berujung pada meninggalnya korban,” kata Aris.
Selain meminta penjelasan, massa juga mendesak agar seluruh anggota kepolisian yang terlibat dalam proses penangkapan dihadirkan untuk memberikan keterangan secara langsung di hadapan keluarga korban dan masyarakat.
Situasi di depan Mapolsek Beji sempat memanas karena tingginya tuntutan warga yang menginginkan kepastian hukum. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses penanganan perkara hingga seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.
Menanggapi aksi tersebut, Kapolsek Beji Kompol Akhmad Sukiyanto menyatakan Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk memeriksa seluruh anggota yang terlibat dalam penangkapan Widi Nur Cahyono.
“Kalau proses penangkapannya, kami Polres Pasuruan sudah membentuk tim khusus untuk memeriksa siapa-siapa anggota yang terlibat. Tim yang dibentuk oleh Pak Kapolres tersebut saat ini sedang bekerja intensif untuk menindaklanjuti dan mengusut tuntas insiden penangkapan ini,” ujar Kompol Akhmad Sukiyanto.
Ia menegaskan tim yang dibentuk Kapolres Pasuruan saat ini bekerja secara intensif untuk mengumpulkan fakta dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memeriksa anggota yang terlibat dalam penangkapan.
Pihak kepolisian berharap proses pemeriksaan tersebut dapat memberikan kejelasan kepada keluarga korban maupun masyarakat serta menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Sementara itu, keluarga korban dan warga Desa Gununggangsir berharap penyelidikan dilakukan secara jujur, objektif, dan transparan tanpa ada upaya menutup fakta. Mereka menilai kepastian hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. [ada/beq]




