CKG Kini Diarahkan untuk Pengobatan Masyarakat dengan Penyakit Tertentu

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Program CKG tidak hanya untuk deteksi dini, tetapi juga bertujuan untuk memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui penanganan yang tepat.

CKG Kini Diarahkan untuk Pengobatan Masyarakat dengan Penyakit Tertentu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini memasuki babak baru. Setelah tahun lalu berfokus pada pemeriksaan kesehatan masyarakat, pemerintah mulai mengarahkan program ini pada pengobatan bagi peserta yang terdeteksi mengalami penyakit tertentu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tujuan utama CKG bukan hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui penanganan yang tepat.

Baca Juga:
Sebanyak 1,24 Persen Peserta CKG Menderita Gangguan Pendengaran, Ini Anjuran Kemenkes

“Tahun lalu kita fokusnya ke ngeceknya. Tahun ini kita fokus mulai tata laksananya, pengobatannya, perawatannya,” kata Budi dalam Media Briefing Evaluasi, Capaian, dan Langkah Strategis Program Cek Kesehatan Gratis pada Selasa (4/8/2026).

Pada tahap awal, Kemenkes akan memprioritaskan tiga penyakit yang paling banyak memicu komplikasi serius. Di antaranya tekanan darah tinggi (hipertensi), gula darah tinggi (diabetes), dan kolesterol tinggi.

Baca Juga:
6 Intern Meninggal dalam Setahun, Kemenkes Cek Ulang Kesehatan 10.000 Dokter Magang

Menurut Budi, ketiga kondisi tersebut menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia.

“Kita akan berkonsentrasi pada tiga hal dulu, yaitu mengobati tekanan darah yang tinggi, mengobati gula darah yang tinggi, dan mengobati lemak darah atau kolesterol yang tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:
Hasil CKG hingga Juli 2026, Kemenkes Temukan 11 Juta Peserta Mengalami Obesitas

Ia menjelaskan, apabila ketiga faktor risiko tersebut dapat dikendalikan sejak dini, angka kejadian stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal berpotensi ditekan secara signifikan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.

Saat ini, usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di sekitar 74 tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 76 tahun pada 2029.

“Targetnya dari Bapak Presiden Prabowo adalah menaikkan rata-rata usia hidup menjadi 76 tahun. Karena stroke, jantung, ginjal adalah pembunuh utama, kalau tiga ini bisa kita turunkan, cita-cita kita menaikkan rata-rata usia hidup Indonesia akan lebih baik,” katanya.

Sebagai tindak lanjut hasil skrining, peserta yang terdiagnosis hipertensi, diabetes, maupun kolesterol tinggi akan langsung mendapatkan obat gratis selama 15 hari. Setelah itu, pengobatan akan dilanjutkan melalui layanan BPJS Kesehatan.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan berharap masyarakat dapat teredukasi mengenai pentingnya memanfaatkan program CKG sebagai langkah pencegahan penyakit kronis sejak dini.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Baru Purbaya: Barang Kemasan Berulang Bebas Pajak-Bea Masuk
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hindia Lelah Buat Lagu soal Perubahan, Sempat Bikin Frustrasi dan Bingung
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sinergi Dorong Industri Kreatif, Menteri Ekraf Resmikan ‘Creative Beauty Ecosystem Center’ di Malang
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Malaysia Investigasi Pilot Bawa Narkoba ke RI, Prosedur Pemeriksaan Ditingkatkan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ragam Isi Pertemuan Prabowo dan PM Thailand di Istana Merdeka
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.