Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi mendapatkan gelar Saudara Raja Raja Timor dalam Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Advertisement
Penghormatan dari para raja di Pulau Timor tersebut menambah daftar gelar adat yang diterima Jokowi dalam satu terakhir. Sebelumnya, Jokowi dianugerahi gelar Baginda Pemuka Bangsa oleh Kedatun Keagungan Lampung.
Penyematan gelar tersebut mendapat sorotan publik. Namun menurut Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, penghormatan yang diberikan masyarakat adat di berbagai daerah menjadi cerminan bahwa rekam jejak kepemimpinan seorang pemimpin akan terus hidup di tengah masyarakat, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
“Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh,” kata Ahmad Ali pada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Bahkan, katanya, pemberian gelar tersebut sekaligus bukti nyata sosok pemimpinan akan terkenang jika benar-benar bekerja untuk rakyat.
"Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.




