Pasar mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. Meski demikian, sebagian calon konsumen masih menyimpan keraguan untuk beralih dari mobil konvensional.
Dua isu utama yang paling sering memicu keraguan masyarakat adalah kekhawatiran terhadap ketahanan baterai serta penurunan nilai jual kembali yang dinilai terlalu drastis. Menjawab tantangan tersebut, Polytron hadir di GIIAS 2026 membawa solusi yang dirancang sesuai karakter konsumen lokal.
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, menjelaskan bahwa seluruh skema kepemilikan yang ditawarkan perusahaan berangkat dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan harian masyarakat Indonesia.
"Dari situ kita selalu memfokuskan diri kita untuk terus berinovasi. Pada intinya di sini, Polytron sendiri itu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia, karena sebenarnya opsi atau perlindungan bagi konsumen itu sangat penting," ujar Diantika di arena GIIAS 2026.
Langkah konkrit pertama yang dihadirkan Polytron adalah memberikan fleksibilitas penuh pada opsi kepemilikan baterai. Konsumen diberikan kebebasan untuk memilih skema sewa Battery-as-a-Service (BaaS) maupun pembelian langsung.
Bagi konsumen yang memilih skema sewa baterai maupun pembelian unit, Polytron memberikan fasilitas garansi baterai seumur hidup. Kebijakan ini dihadirkan untuk mengikis stigma negatif mengenai mahal dan rumitnya perawatan baterai mobil listrik di masa depan.
Pilar perlindungan kedua ditujukan untuk menjaga risiko depresiasi harga kendaraan di pasar mobil bekas. Polytron menyodorkan program kepastian nilai jual kembali atau buyback guarantee sebesar 70 persen dengan jangka waktu 3 tahun kepemilikan.
Brand Ambassador Polytron, Vino G. Bastian, turut membenarkan bahwasanya jaminan buyback ini menjadi magnet utama bagi calon pengguna EV.
"Selalu ada obrolan 'bro, nanti jualnya susah gak sih? Harganya turun drastis gak?'. Nah, di Polytron ini ada buyback 70 persen selama 3 tahun. Kalau saya mau ganti unit yang baru nanti, itu enak banget. Penawaran yang luar biasa ini membuat saya yakin bahwa Polytron gak main-main," tutur Vino.
Fondasi kepercayaan ini juga didukung oleh keberadaan Polytron sebagai brand lokal legendaris yang telah menemani masyarakat Indonesia selama 51 tahun.
"Polytron ini kan di Indonesia bukan brand sembarangan, sudah 51 tahun menemani perjalanan hidup masyarakat. Apalagi Polytron ini brand Indonesia, jadi makin bangga saat mempromosikannya," lanjut Vino.
Pendekatan berorientasi konsumen ini sebelumnya telah sukses diterapkan pada lini kendaraan roda dua Polytron FOX Series yang kini telah mendekati 70.000 pengguna.
Masukan dan pengalaman dari puluhan ribu pengguna motor listrik tersebut kemudian diserap dan diterapkan pada pengembangan kendaraan roda empat, yakni lini SUV listrik Polytron G3+ Series.
Melalui kombinasi garansi baterai seumur hidup, jaminan buyback 70 persen, dan reputasi merek yang solid, Polytron optimistis dapat terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.





