-
-
-
-
-
Di sela pidatonya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026), Joko Widodo menyisipkan pesan menarik kepada seluruh kader partai. Yakni tentang jangan terlalu bergantung kepadanya untuk menyelesaikan setiap persoalan.
Dalam arahannya, Jokowi meminta kader dan pengurus partai, khususnya di tingkat DPD Kota Kupang, untuk terus berada di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung keluhan-keluhan yang ada. Namun, ia menegaskan pentingnya jenjang penyelesaian masalah yang runtut, alih-alih langsung melompat ke dirinya.
"Bantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Kalau bisa, selesaikan sendiri, kalau enggak bisa, disampaikan dan minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau enggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPP," ucap Joko Widodo di hadapan ribuan kader PSI, Sabtu (01/08/2026).
Baca Juga: Jokowi Ungkap PSI Baru Dikenal 78 Persen Rakyat, Logo Gajah Cuma 48 Persen
Barulah jika seluruh jenjang itu telah dilalui dan persoalan tetap belum terselesaikan, ia mempersilakan kader menghubunginya langsung.
"Kalau enggak bisa lagi, ke DPP. Kalau enggak bisa lagi, ke Solo juga enggak apa-apa," katanya.
Akan tetapi, Jokowi juga mengingatkan semua pihak untuk tidak terus-menerus meminta bantuannya menyelesaikan segala hal.
"Tapi jangan dikit-dikit ke Solo." ucapnya
Pesan ini menjadi pengingat bagi jajaran partai bahwa struktur organisasi mesti berfungsi secara mandiri di setiap levelnya, bukan sekadar formalitas. Dalam bagian lain pidatonya, Jokowi bahkan menekankan pentingnya struktur partai yang "hidup dan bekerja" dan hadir dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari, mulai dari momen bahagia seperti pernikahan, hingga momen duka seperti kematian atau musibah warga.
"Itu struktur yang hidup dan bekerja, bukan hanya formalitas," tegasnya.





