Menelusuri Bantargebang usai Tutup Open Dumping, Tak Ada Aktivitas di Zona Bekas Longsor

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Masa transisi menuju penutupan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, telah dimulai sejak 1 Agustus 2026.

Kompas.com berkesempatan menelusuri kawasan tempat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara yang menjadi titik pembuangan 8.000 ton sampah dari Jakarta setiap harinya ini.

Perjalanan liputan Kompas.com pada Selasa (4/7/2026) menelusuri Bantargebang sudah terasa sejak sebelum tiba di area TPST Bantargebang.

Baca juga: Petugas TPST Bantargebang Patroli 24 Jam, Antisipasi Kebakaran Saat Kemarau

Saat menyusuri jalanan Kota Bekasi mengendarai sepeda motor, bau sampah menyengat dan jejak air lindi yang berjatuhan dari truk sampah sudah sangat tercium sejak dari kawasan Jalan Raya Narogong yang berjarak sekitar tujuh kilometer jauhnya.

Area di sepanjang Jalan Raya Narogong berbau menyengat karena merupakan jalur lintasan utama truk sampah dari Jakarta menuju TPST Bantargebang.

Sementara itu, ketika memasuki area Jalan Pangkalan 5, tepat sebelum area gerbang masuk TPST Bantargebang, setidaknya 14 mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengantre untuk mendapat giliran masuk ke dalam area pembuangan.

Begitu memasuki area dalam TPST, pemandangan serupa pun tampak jelas, dengan aktivitas truk terlihat hilir mudik di dalam zona untuk melakukan pembuangan.

Di tengah masa transisi ini, terlihat sampah-sampah yang belum dipilah atau open dumping masih terlihat diturunkan di area zona pembuangan.

Pada Zona 1 atau titik paling depan setelah melewati gerbang masuk, terlihat area open dumping sudah mulai dilakukan transisi menjadi controlled landfill.

Di area tersebut, masih ada aktivitas pemadatan sampah oleh alat berat ekskavator di atas tumpukan sampah.

Namun, beberapa titik di zona 1 mulai ditutup menggunakan lembaran geomembran berwarna hitam.

Hamparan terpal hitam tebal tersebut mulai menutupi sebagian sisi gunungan untuk meminimalisasi bau dan mencegah air hujan masuk secara langsung ke dalam timbunan.

Baca juga: Open Dumping Bantargebang Belum Ditutup Total, Ditargetkan Baru Berhenti 2029

Masif aktivitas alat berat

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Alat berat ekskavator beroperasi di atas gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/7/2026)

Setelah mengunjungi Zona 1 yang mulai ditutup geomembran, tim Kompas.com dibawa untuk melihat zona-zona lainnya di kawasan TPST Bantargebang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, ketika menuju ke Zona 5 yang masih ada aktivitas alat berat, rombongan yang dibawa menggunakan mobil bak terbuka menempuh jalur memutar melalui luar area TPST dan melewati permukiman warga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KM Mutiara Sentosa Terbakar, MTI Dorong Adanya Target Response Time Penyelamatan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Berantas Tramadol, Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Berhadiah bagi Warga Jabar
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bulog Jamin Tidak Salurkan Beras Subsidi untuk Dapur MBG
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi III: Pengesahan RUU Perampasan Aset Tak Mudah, Masih Serap Aspirasi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Laba Hartadinata Abadi (HRTA) Melonjak 100 Persen ke Rp700 Miliar di Semester I-2026
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.