Jakarta: Persiapan karier setelah memasuki masa purna tugas menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertajuk 'Menembus Batas Purna Tugas: Kesiapan Bisnis dan Transisi Karier Ajudan Kementerian/Lembaga'. Kegiatan yang digelar Paguyuban Narasraya Raksaka Indonesia (NRI) itu dijadwalkan berlangsung di RA Suites Hotel, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
"Ini bukan sekadar FGD. Ini adalah awal dari sebuah gerakan bersama untuk menyiapkan masa depan para ajudan dan Kabag Protokol agar tetap produktif, adaptif, dan terus memberi kontribusi bagi bangsa," kata Ketua Umum Narasraya Raksaka Indonesia, Suparjo, yang juga ajudan Menko Perekonomian kabinet Indonesia bersatu 1 periode 2004-2009 di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kemnaker Dorong Industri Serap Pekerja LokalMelalui forum tersebut, peserta akan membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi ajudan maupun pejabat protokol ketika memasuki masa transisi setelah menyelesaikan pengabdian di lingkungan pemerintahan. Menurut Suparjo, pengalaman yang dimiliki seorang ajudan maupun kepala bagian protokol merupakan bekal kepemimpinan yang bernilai dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang setelah purna tugas.
Ia menjelaskan pengalaman mengelola pimpinan negara, membangun koordinasi lintas instansi, menjaga integritas, serta mengambil keputusan dalam situasi strategis merupakan kompetensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru di bidang kewirausahaan, kepemimpinan, maupun pengembangan organisasi.
Ketua Umum Narasraya Raksaka Indonesia, Suparjo. Dokumentasi/ istimewa.
FGD Nasional tersebut juga akan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepemimpinan, keprotokolan, kewirausahaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Berbagai materi akan dibahas, mulai dari sinergi antara protokol dan ajudan, pemanfaatan jejaring profesional, hingga strategi membangun bisnis dan karier setelah purna tugas.
Selain menjadi wadah berbagi pengalaman, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan ekosistem pembinaan karier secara berkelanjutan bagi komunitas ajudan di Indonesia.
Panitia menyebut antusiasme peserta terus meningkat. Kehadiran perwakilan dari berbagai kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, serta ajudan lintas periode kabinet diharapkan dapat memperkuat jejaring profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.




