Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bali I Wayan Koster menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8/2026) untuk mempelajari skema obligasi daerah dan berbagai model creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pramono mengatakan pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ketiganya membahas berbagai instrumen pembiayaan kreatif, meliputi obligasi daerah, koefisien lantai bangunan (KLB), hingga pemanfaatan ruang publik sebagai sumber pendapatan daerah.
Advertisement
“Kami berdiskusi tentang berbagai hal, di antaranya tentang creative financing, tentang obligasi, tentang KLB (Koefisien Lantai Bangunan), coefficient luas bangunan, SP3L, dan macam-macam,” kata Pramono.
Menurut Pramono, pemerintah daerah (Pemda) perlu mencari terobosan pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal. Pasalnya, kata dia kini tantangan meningkatkan APBD tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional.
“Dalam kondisi ekonomi yang seperti ini, tantangan untuk bisa meningkatkan APBD enggak bisa dengan cara yang konvensional, harus ada yang disebut dengan out of the box,” ujarnya.
Contohnya, kata Pramono Kabupaten Badung yang memiliki APBD sekitar Rp 13 triliun, namun tetap membutuhkan sumber pembiayaan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan dan pembangunan infrastruktur.
“Badung pasti bisa seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah, sehingga kami berdiskusi tentang itu,” ucap Pramono.
Selain itu, Pramono juga menjelaskan konsep pemanfaatan KLB sebagai salah satu instrumen pembiayaan pembangunan. Dia bilang, apabila ada bangunan yang melebihi ketentuan, maka pengembang dapat dikenai kewajiban membayar kontribusi yang hasilnya dikembalikan kepada masyarakat.
“Seperti di KLB di Jakarta, kalau lebih tinggi dari ketentuan, ya harus bayar. Bayarnya buat siapa? Buat rakyat, buat masyarakat, buat membangun Bali, buat membangun Jakarta, dan sebagainya,” tutur Pramono.




