VIVA – Nama Awbimax atau Bima Yudho Saputro kembali menjadi sorotan publik. Jika sebelumnya ia dikenal luas karena video kritiknya terhadap kondisi jalan rusak di Lampung yang sempat viral pada 2023, kini Bima menjadi perbincangan setelah secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya telah keluar dari agama Islam dan memilih menjadi agnostik.
Pengakuan tersebut disampaikan Bima melalui media sosial Instagramnya. Dalam pernyataannya, konten kreator yang kini tinggal di Malaysia tersebut menegaskan bahwa keputusan itu bukanlah hal baru baginya.
"Saya agnostik dan meninggalkan Islam sejak 2023 - semoga itu sudah jelas," tulis keterangan dalam video yang diunggahnya di Instagram @awbimax, dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Melalui pernyataan yang lebih panjang, Bima menjelaskan bahwa sudah tiga tahun sejak dirinya memutuskan meninggalkan Islam. Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari setahun lalu dirinya telah terbuka kepada publik mengenai orientasi seksualnya.
Dalam keterangannya, Bima menegaskan bahwa keputusan tersebut telah lebih dulu dibicarakan secara pribadi bersama keluarganya.
"Sudah tiga tahun sejak saya meninggalkan Islam, dan lebih dari satu tahun sejak saya secara terbuka mengakui bahwa saya gay. Saya sudah membicarakan hal ini secara pribadi dengan keluarga saya, dan kami tetap saling mencintai serta saling mendukung setiap hari,” tulis Bima.
Menurutnya, ia sebenarnya tidak pernah berniat menjadikan persoalan tersebut sebagai konsumsi publik. Namun, pertanyaan yang terus berdatangan membuatnya merasa perlu memberikan penjelasan secara terbuka.
"Saya tidak pernah ingin hal ini menjadi konsumsi publik, tetapi pertanyaan yang terus berulang membuat saya sadar bahwa sebuah pernyataan sederhana lebih baik daripada terus diam,” tulisnya lagi.
Tegaskan Kini Agnostik dan Meminta Keputusannya DihormatiDalam pernyataannya, Bima menyampaikan secara tegas keyakinan yang kini ia anut yakni ia memilih menjadi agnostik.
"Jadi, inilah kenyataannya: saya bukan lagi seorang Muslim. Saya seorang agnostik. Saya seorang gay. Dan saya hidup dengan damai,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengakuan tersebut bukanlah ajakan untuk berdebat, diperdebatkan, dikasihani, maupun dijadikan ruang untuk mengubah keyakinannya.





