Toyota Indonesia Jawab Permintaan Menkeu Soal Relokasi Manufaktur dari Thailand

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto coba menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya yang coba bujuk Toyota agar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi merek Jepang itu.

Nandi coba menjelaskan, saat ini pabrik Toyota yang berada di Indonesia maupun di Thailand sama-sama memiliki peran strategis di kawasan ASEAN. Mulai dari skala, model, hingga kapasitas manufaktur setiap negara.

"Ekosistem kita MPV kan sehingga makanya Kijang ada di kita kalau komersial ada di mereka, SUV juga mulai ada sehingga kita mulai memproduksi. Nah karena ekosistem ada di mereka, sehingga suplier dan lain-lain di sana," buka Nandi ditemui di ICE BSD, Selasa (4/8).

Selain itu, karena dua negara berada pada kawasan yang sama, Indonesia dan Thailand memanfaatkan kerja sama dagang yang membuat efisiensi produksi dari aspek biaya hingga distribusinya bisa mirip.

"Dari sisi kemampuan manufaktur, sebenarnya tidak ada kendala. Kami pernah melakukan studi. Secara teknis, kendaraan tersebut menggunakan platform body-on-frame yang sama. Perbedaannya hanya pada dimensi dan panjang sasis, sementara masing-masing punya ekosistem sendiri. Sehingga kalau produksi di sini pun itu secara harga nggak terlalu berubah," ucap Nandi.

Kendati begitu, Nandi menegaskan pihaknya akan tetap mengikuti rekomendasi dan peraturan pemerintah.

"Menurut kami, yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem industri di Indonesia. Kalau ekosistem industrinya bisa dibawa ke Indonesia, tentu itu akan lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Purbaya berkelakar pemberian insentif tambahan apabila Toyota sanggup memindahkan fasilitas manufakturnya di kawasan ASEAN ke Tanah Air.

"Perbaikan iklim investasi akan terus kita lakukan. Perusahaan Jepang ada di sini? Toyota? Kita juga akan dukung Toyota, tetapi pindahkan (manufaktur) dari Thailand ke Indonesia," katanya saat sambutan Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026, ICE BSD, Selasa (4/8).

Dirinya menilai, Indonesia secara geografis memiliki wilayah yang luas dengan potensi pasar yang masih menjanjikan dan terus bertumbuh.

"Tapi kalau dilakukan ke depannya saya kasih insentif banyak. Kita kan negara besar, kenapa pusatnya di Thailand. Insentif banyak kalau Anda pindahkan basis produksi dari Thailand ke Indonesia," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Pengamen di Cirebon Diduga Paksa Minta Uang kepada Pengunjung Berujung Perkelahian
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Taiwan Mulai Latihan Militer Terbesar, Antisipasi Invasi China
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kecelakaan Bus ALS vs Truk yang Tewaskan 19 Orang di Sumsel
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Promo Toyota di GIIAS 2026, Ada Bunga Kredit Rendah hingga Cashback
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
10 Pekerja yang Terjebak Dievakuasi dari Kebakaran Gedung di Cikini
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.