JAKARTA, KOMPAS.com – Ratusan ribu pengguna KRL lintas Nambo masih harus menghadapi perjalanan yang padat setiap hari.
Dengan jumlah pengguna mencapai 135.000 hingga 140.000 orang per hari, layanan di lintas ini baru dilayani 16 perjalanan pulang-pergi (PP) menuju dan dari Jakarta Kota.
Kondisi tersebut membuat kapasitas angkut belum mampu mengimbangi tingginya jumlah penumpang.
Akibatnya, penumpukan calon penumpang kerap terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Baca juga: KRL Nambo Masih 8 Gerbong, KCI Prioritaskan Jaga Jarak Perjalanan
VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, saat ini lintas Nambo melayani 16 perjalanan menuju Jakarta Kota dan 16 perjalanan dari Jakarta Kota setiap harinya.
"Saat ini volume pengguna pada lintas Nambo sebanyak 135 ribu sampai 140 ribu pengguna setiap hari dengan dilayani sebanyak 16 perjalanan menuju Jakarta Kota dan 16 perjalanan dari Jakarta Kota," ujar Karina kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2026).
Selain frekuensi perjalanan yang terbatas, lintas Nambo juga masih memiliki jeda kedatangan antarkereta (headway) lebih dari satu jam.
Baca juga: KRL Nambo Line Tak Lagi ke Jakarta Kota, Citayam Disiapkan Jadi Hub Baru
"Untuk penyesuaian jadwal/frekuensi perjalanan pada lintas Nambo-Depok masih memiliki headway selama lebih dari 1 jam," kata Karina.
Jarak waktu kedatangan tersebut terpaut jauh dibandingkan lintas Bogor yang pada jam sibuk memiliki headway sekitar lima menit.
Kondisi di lintas Nambo juga diperberat dengan penggunaan rangkaian delapan gerbong (SF8).
Kapasitas rangkaian yang lebih pendek, ditambah frekuensi kereta yang masih terbatas, membuat kepadatan penumpang sulit dihindari.
Baca juga: Pria Diduga Lecehkan Penumpang di KRL Jakarta Kota-Nambo Ditangkap, Dibawa ke Polres Depok
Situasi itu mendorong sebagian pengguna memilih berangkat dari stasiun lain yang memiliki layanan lebih sering, seperti Stasiun Bojonggede, Citayam, dan Depok.
"Banyak pengguna di wilayah tersebut (Nambo) yang menuju stasiun lainnya seperti Stasiun Bojonggede, Citayam, dan Depok untuk naik Commuter Line," ujar Karina.
Belakangan, kondisi di lintas Nambo menjadi sorotan pengguna di media sosial Threads.
Sejumlah penumpang mengeluhkan penggunaan rangkaian delapan gerbong yang dinilai tidak sebanding dengan tingginya jumlah penumpang, terutama pada jam sibuk.
Baca juga: KAI Commuter Akan Blacklist Pria Diduga Dosen Pelaku Pelecehan di KRL Jakarta Kota–Nambo





