Jaga Pasokan, Bos SIG Kebut Distribusi Semen di Aceh

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat merespons meningkatnya kebutuhan semen di Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pasokan di sejumlah daerah terbatas dan harga di tingkat toko mengalami fluktuasi.

Tak sekadar menggelar rapat dari kantor pusat, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra memilih turun langsung ke lapangan. Ia memimpin koordinasi di Aceh untuk memastikan seluruh rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi, berjalan optimal sehingga kebutuhan masyarakat dan proyek pembangunan tetap terpenuhi.

Baca juga: PT Semen Indonesia Tbk Bukukan Volume Penjualan 8,71 Juta Ton
           

Sebagai BUMN penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia yang kini menjadi bagian dari Danantara Indonesia, SIG memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan semen untuk mendukung pembangunan nasional. Karena itu, stabilitas pasokan di berbagai daerah, termasuk Aceh, menjadi salah satu prioritas perusahaan.

Selama berada di Aceh, Indrieffouny mengunjungi operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik. Ia juga memimpin rapat koordinasi bersama jajaran manajemen guna mempercepat pemulihan pasokan yang sempat tertekan akibat tingginya permintaan.

Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan meninjau jaringan distribusi serta berdialog langsung dengan para distributor utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan semen dapat segera mengalir ke pasar dan diterima masyarakat tanpa kendala.

"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," kata Indrieffouny dalam keteranganya.

Untuk mempercepat normalisasi pasokan, SIG mengoptimalkan produksi di Pabrik Lhoknga, meningkatkan pengeluaran semen dari Packing Plant Lhokseumawe, serta menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati. Di saat yang sama, perusahaan memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar distribusi ke pasar berlangsung lebih cepat dan efisien.

SIG juga menerapkan pemantauan harian terhadap kondisi stok, distribusi, dan permintaan sehingga setiap perubahan di lapangan dapat segera direspons melalui keputusan operasional yang lebih cepat.

Menurut Indrieffouny, tantangan distribusi di Aceh membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik. Karena itu, SIG membangun mekanisme koordinasi lintas fungsi agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani.

"Kami ingin memastikan masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," ujarnya.

Selain fokus pada pemulihan pasokan, SIG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jaringan distribusi untuk menjaga penyaluran semen tetap tertib, merata, dan efisien. Perusahaan juga mengimbau seluruh mitra penyalur agar menjalankan praktik distribusi yang sehat sehingga produk dapat diterima konsumen dengan harga yang wajar.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, SIG optimistis pasokan semen di Aceh akan segera kembali normal. Stabilnya distribusi diharapkan mampu menjaga kelangsungan pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang terus tumbuh di wilayah tersebut.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sri Mulyani Kembali Berkiprah di Bank Dunia, Kali Ini Jadi Ketua Bersama IDA22
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
FTSE Pangkas Bobot MAPI Jadi 12,7% seusai Tender Offer Serap 6 Miliar Saham
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
OJK Kebanjiran 57 Ribu Aduan, Fintech Jadi yang Paling Banyak Dilaporkan
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menkum Soroti 6.000 Paten BRIN Belum Dikomersialisasi: Tak Ada Manfaat Ekonomi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Atasi Macet, Dishub Depok Uji Coba Pembatasan U-Turn di Jalan Kartini
• 21 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.