Liputan6.com, Jakarta - Nasib pilu dialami Ahmad Al Fian (13), seorang siswa SMP Negeri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Remaja asal Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan atau bullying yang dilakukan oleh rekan-rekannya.
Kabar duka tersebut pun menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai linimasa media sosial.
Advertisement
Sebelum meninggal dunia, Ahmad sempat menjalani perawatan di RS Mardhatillah Muhammadiyah Randudongkal pada Minggu 2 Agustus 2026. Namun, setelah menjalani perawatan selama satu hari, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polres Pemalang masih menyelidiki dugaan aksi perundungan yang dialami Ahmad sebelum meninggal dunia.
Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Autopsi dilakukan agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kematian Ahmad.
"Masih diselidiki. Kami hari ini sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab siswa tersebut meninggal," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/8/2026).
"Autopsi perlu dilakukan supaya kami bisa mengetahui penyebab meninggalnya korban. Ini juga sudah sesuai persetujuan kedua orang tuanya," ujar Faizal.




