Mendikdasmen Akui Sudah Bicara dengan Mendagri Cari Solusi SD Negeri yang Kekurangan Siswa

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, untuk menyikapi sejumlah sekolah yang kekurangan siswa.

"Selain pendataan tadi, kami sudah ada pembicaraan awal dengan Pak Mendagri untuk mencari solusi yang komprehensif," kata Mu'ti, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Selasa (4/8/2026) malam.

Menurut dia, untuk menyelesaikan persoalan sekolah kekurangan siswa tidak cukup hanya menggabungkan sekolah-sekolah, tetapi juga harus mencarikan solusi untuk para guru.

Baca juga: Mendikdasmen Bongkar Penyebab Krisis Murid di SD Negeri: SD Kebanyakan, Swasta Makin Diminati

"Karena masalahnya tidak sekadar bagaimana sekolah-sekolah yang muridnya sedikit itu di-merger, tapi terkait dengan tugas guru. Karena kalau sekolahnya di-merger, otomatis gurunya harus dimutasikan juga. Ini mekanismenya nanti harus kita atur secara komprehensif," ungkap dia.

Ia menilai, persoalan tersebut tidak bisa hanya sekadar reaktif, tetapi perlu dipikirkan solusi jangka panjang.

Ia menargetkan, solusi persoalan tersebut sudah bisa diselesaikan pada tahun depan.

"Tapi, paling tidak, nanti pada tahun ajaran baru tahun depan, sudah ada keputusan mengenai bagaimana sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit," ujar dia.

Ungkap penyebab SD negeri sepi peminat

Sebelumnya, Abdul Mu'ti, mengungkapkan ada tiga penyebab SD negeri kekurangan siswa.

Pertama, terbatasnya jumlah anak usia sekolah.

Hal tersebut diketahui setelah Kementerian Dikdasmen melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah jenjang SD dan SMP yang muridnya berjumlah di bawah 60-100 orang.

Baca juga: Krisis Murid SD Negeri, Saatnya Merebut Kembali Kepercayaan Orang Tua

"Dalam pengamatan kami, penyebabnya ada tiga, yang pertama, memang ada keterbatasan jumlah anak usia sekolah, khususnya anak-anak SD," kata Mu'ti.

Kemudian, Mu'ti juga mengungkapkan sepinya peminat siswa SD Negeri disebabkan oleh banyaknya sekolah-sekolah dasar yang dibangun di pemerintah Presiden ke-2 RI Soeharto untuk menuntaskan buta aksara dan mengejar pemenuhan pendidikan dasar.

"Sehingga setiap desa itu minimal punya satu sekolah dasar, SD Inpres yang sebelumnya sudah ada sekolah yang berdiri sebelumnya, sehingga mungkin satu desa bisa memiliki lebih dari satu sekolah dasar. Sehingga memang jumlahnya menjadi sangat banyak," ucap dia.

Terakhir, tren di keluarga muda yang memutuskan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta juga jadi penyebab sepinya jumlah siswa SD Negeri di sejumlah daerah.

Baca juga: KPK Ungkap Bupati Kuansing Potong Tambahan Penghasilan Pegawai hingga 50 Persen

"Memang ada tren keluarga-keluarga muda khususnya, bahkan mungkin keluarga kelas menengah muda, itu cenderung untuk anaknya belajar di sekolah swasta," tutur dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Penyebab lainnya yakni sebagian orangtua memilih menyekolahkan anaknya dekat rumah.

"Sebagian lain, ya karena alasan misalnya jarak, ada yang lebih dekat," ungkap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis WAJAH CINTA YANG LAIN SCTV Episode 31, Hari Ini Selasa 4 Agustus 2026: Ariana Cemburu Lihat Karen Terlalu Perhatian pada Davin
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Titik panas meningkat, BNPB gelar operasi modifikasi cuaca di Sumsel
• 44 menit laluantaranews.com
thumb
Polisi Ancam Jemput Paksa Direktur Bus ALS Tersangka Kecelakaan Maut di Muratara
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menuju E10 2027, Bahlil Susun Formula Harga Bioetanol
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Antisipasi Kekeringan Berkepanjangan, Bupati Jeneponto Kunjungi BNPB Pusat
• 19 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.