TEL AVIV - Para pemukim ilegal Israel menyerang beberapa komunitas Palestina di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (4/8/2026), dengan membakar kendaraan dan merusak jaringan listrik. Sementara itu, secara terpisah, pasukan Israel menggerebek rumah seorang pejabat senior Palestina, menurut sumber-sumber setempat.
Aktivis anti-pemukiman Palestina, Bashar al-Qaryouti, mengatakan kepada Anadolu bahwa sekelompok pemukim ilegal menyerang rumah-rumah di kawasan antara desa Jalud dan Talfit, di sebelah selatan Nablus, serta membakar tiga kendaraan.
Para pemukim tersebut juga berupaya membakar sebuah bangunan tempat tinggal, namun warga memergoki serangan itu dan melakukan tindakan pencegahan sebelum api sempat menjalar, ujar al-Qaryouti.
Rumah Pejabat Palestina Digerebek
Secara terpisah, pasukan Israel menggerebek dan merusak rumah Muayyad Shaaban, kepala Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah, di kota Tulkarm, Tepi Barat bagian utara, menurut keterangan komisi tersebut.
Lembaga yang berafiliasi dengan PLO itu menyatakan bahwa penggerebekan yang terjadi pada malam hari tersebut merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan yang menargetkan Shaaban dan keluarganya, seraya menambahkan bahwa dua putranya masih berada dalam tahanan Israel.
Komisi tersebut mendokumentasikan aktivitas pemukiman Israel di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki.
Jaringan Listrik Menjadi Sasaran
Dalam serangan terpisah, para pemukim ilegal merusak sebagian jaringan listrik di kota Madama, sebelah selatan Nablus.
Kepala dewan desa Madama, Rami Nassar, mengatakan bahwa para pemukim dari pos ilegal yang baru didirikan di antara Beita, Tell, dan Madama merusak tiang-tiang listrik yang melayani kota tersebut.




