BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga semester I-2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan geopolitik serta ekonomi global yang dinamis Pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi dengan baik, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.

Baca Juga :
Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026
Uang Rp5 Juta Sudah Bisa Buka Warung Sembako, Begini Cara Agar Cepat Balik Modal

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," ujar Putrama dikutip dari keterangannya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Putrama, arah pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis BNI.  Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110% secara tahunan. Sementara pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu, dengan volume transaksi tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi.

Dari sisi jaringan, implementasi BRAVE atau Branch, Region & Area Value Empowerment kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program tersebut memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah. Putrama menuturkan, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang semakin lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Baca Juga :
HTSI Catat Pertumbuhan Penjualan hingga 130 Persen di Segmen Ini pada Semester I-2026
Semester I-2026, Penjualan VKTR Naik 56 % Tembus Rp 647 Miliar
Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lukas Luwarso Sebut Prabowo Kembaran Trump: Dia Dua Kali Lebih Fatal
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Detail Menarik di Booth Mazda GIIAS 2026
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Buka Kesempatan 8.100 Warga Ikut Upacara 17 Agustus: Simak Cara Daftarnya
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Toyota Cari Cara Baru Yakinkan Orang Beralih ke Mobil Hybrid
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kebakaran Hutan Melanda Bromo, Jalur Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.