Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Hormuz Tak Dibuka Segera

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka "segera". Trump mengancam bahwa Iran akan "dihantam sangat keras" jika selat vital tersebut tidak dibuka.

"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik," kata Trump kepada media Fox News selama kunjungannya ke California. Dia menegaskan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama berbulan-bulan.

"Selat akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras dan kemudian Selat akan dibuka," kata Trump, dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'

"Kami akan [melakukan] serangan besar-besaran, yang terbesar sejak Perang Dunia II," tambahnya.

"Lalu mereka menelepon saya dan berkata dengan sangat sopan, 'Tolong, bisakah kita bicara? Bisakah kita bicara?'"

"Dan saya berkata, 'Ya, kita bisa bicara. Mari kita selesaikan, akhirnya. Mari kita selesaikan," cetus Trump.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada hari Rabu (5/8) waktu setempat. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan menstabilkan harga energi.

"Kami sedang bernegosiasi dengan Iran, dan saya pikir ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent pada hari Selasa (4/8) dalam sebuah wawancara dengan CNBC.




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Tim Lolos Grup A Piala AFF 2026: Indonesia-Vietnam ke Semifinal, Garuda Wajib Kalahkan Singapura
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Jadi Rider Yamaha Mulai Musim Depan, Jorge Martin Yakin Tetap Dapat Dukungan Aprilia di Pertarungan Gelar MotoGP 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Blokir 604.923 Rekening Terkait Penipuan, Dana Korban Rp 723,7 M Diamankan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
PII dan Kemendagri Ukur Indeks Keinsinyuran Daerah, Hasilnya Diumumkan 29 Agustus 2026
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Setjen MPR Pertahankan Opini WTP, Tegaskan Komitmen Transparansi hingga Integritas
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.