Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Pare Kediri, Gula Ludes 30 Menit dan Beras SPHP Jadi Buruan

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Gerakan Pangan Murah di Masjid An-Nur Pare diserbu warga sejak pagi, dengan gula pasir habis hanya dalam 30 menit.

DKPP Kabupaten Kediri menyediakan 4 ton beras SPHP seharga Rp57.000 per 5 kilogram atau Rp11.400 per kilogram.

Sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026, Pemkab Kediri telah menggelar 39 kali Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi.

Masyarakat mengaku sangat terbantu karena harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Kediri (beritajatim.com) – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri di halaman depan Masjid An-Nur Pare, Rabu (5/8/2026). Sejak pagi, warga sudah mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari cepat habisnya sejumlah komoditas. Gula pasir bahkan ludes hanya dalam waktu sekitar 30 menit setelah GPM resmi dibuka. Sementara beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menjadi komoditas yang paling banyak diburu.

Salah seorang warga Tulungrejo, Katemi (60), mengaku sengaja datang untuk membeli beras SPHP sebanyak 15 kilogram karena harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.

“Senang, sangat terbantu karena harganya lebih murah. Kebetulan beras di rumah juga sudah habis, jadi mumpung ada yang murah saya beli untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Selain beras, Katemi juga membeli minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Budi Setio Kurniawan, menjelaskan kegiatan di Kecamatan Pare menjadi penutup rangkaian Gerakan Pangan Murah periode Juli–Agustus 2026.

“Untuk periode ini, kebetulan untuk Agustus ini, ini yang terakhir. Jadi yang di An-Nur ini penutupan dari periode Juli sampai Agustus. Untuk total kemarin Juli-Agustus itu ada 18 kali. Ini yang terakhir,” ujarnya.

Budi menjelaskan, GPM terbuka untuk seluruh masyarakat dan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sebagai upaya membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Khusus di Pare, DKPP menyediakan 4 ton beras SPHP dari Bulog dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram atau sekitar Rp11.400 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran yang masih berada di atas Rp13.500 per kilogram.

“Harga beras di pasaran saat ini rata-rata masih di atas Rp13.500 per kilogram. Melalui GPM, masyarakat bisa memperoleh beras SPHP dengan harga jauh lebih murah,” jelasnya.

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng dari distributor, gula pasir dari pabrik gula, bawang merah dan bawang putih hasil kerja sama dengan pelaku usaha dan petani, telur dari peternak lokal, hingga berbagai produk olahan UMKM Kabupaten Kediri.

Harga gula pasir dipatok Rp15.000 per kilogram atau lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berada di atas Rp16.000 per kilogram. Sementara bawang merah dijual sekitar Rp22.000-23.000 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp25.000 per kilogram.

Menurut Budi, tingginya antusiasme masyarakat membuat Bulog menambah stok beras menjadi dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan GPM di lokasi lain.

“Alhamdulillah ini juga Pare bisa teman-teman lihat juga sangat ramai antusiasmenya juga tinggi. Biasanya beras saja kami bawa 2 ton. Hari ini khusus di Pare An-Nur ini bisa bawa sampai 4 ton,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyelenggarakan 39 kali Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Sementara itu, Camat Pare Habib Adnan mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dinilai sangat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini sangat bisa ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga, juga untuk pengendalian inflasi daerah. Di samping itu, masyarakat juga antusias menyambut gerakan pangan murah di Kecamatan Pare ini,” ujarnya.

Menurut Habib, program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap mudah diakses.

“Harapannya dengan adanya gerakan ini kebutuhan warga masyarakat terutama untuk kebutuhan pokok bisa tercukupi,” pungkasnya. [nm/aje]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Audisi Umum PB Djarum 2026 Resmi Digelar di Makassar, 233 Peserta Berebut Tiket ke Kudus
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Jenazah Bocah di Pandeglang Diangkut Pakai Motor: Ingin Cepat, Jalanan Rusak
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Rayakan HUT RI di Plaza Ambarrukmo, Ada Diskon 80 Persen hingga Festival Budaya
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dorong Investasi, Kemenkum Digitalisasi 470 Layanan Mulai September
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Antisipasi Kebakaran Lahan, Kapolres Serang Minta Jajaran Patroli Terpadu
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.