Mengenal Satelit Lampung-1, Satelit Berteknologi AI yang Akan Meluncur ke Orbit

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Foto ilustrasi. Internet satelit, internet, parabola, internet kecepatan tinggi (Sumber: Envato)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Satelit Lampung-1 dijadwalkan meluncur ke orbit pada Rabu (5/8/2026) dalam misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE dari perairan lepas pantai Shandong, China. Satelit ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung dengan perusahaan teknologi antariksa asal China, STAR.VISION. 

Lampung-1 dirancang untuk menyediakan data observasi bumi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, hingga industri berbasis data. Kehadiran satelit tersebut menjadi salah satu langkah pemanfaatan teknologi antariksa untuk mendukung pembangunan berbasis data di Provinsi Lampung.

Apa itu Satelit Lampung-1?

Lampung-1 merupakan satelit penginderaan jauh yang dikembangkan melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan STAR.VISION. Mengutip unggahan @star.vision_aerospace, satelit ini dirancang untuk menyediakan data observasi bumi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi kelautan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan industri berbasis data.

Baca Juga: BRIN Targetkan Satelit NEO-1 Meluncur Januari 2027, Jadi Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa RI

Peluncuran Lampung-1 juga menjadi bagian dari kolaborasi internasional di bidang teknologi antariksa. Dalam unggahan yang sama, perusahaan juga menandai Pemerintah Provinsi Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Uzcosmos Uzbekistan sebagai mitra dalam misi tersebut.

Sebelum peluncuran, STAR.VISION memperlihatkan roket pembawa kedua satelit telah diangkut menuju kapal peluncur yang bergerak ke titik peluncuran di Laut Shandong, China. Satelit Lampung-1 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan satelit konvensional. 

Satelit ini dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi hiperspektral memungkinkan satelit menangkap informasi dalam lebih banyak spektrum cahaya dibandingkan kamera satelit pada umumnya. 

Dengan demikian, objek di permukaan bumi dapat dianalisis secara lebih rinci sehingga menghasilkan data yang lebih kaya. Selain itu, AI yang ditanamkan di dalam satelit memungkinkan proses analisis data dilakukan langsung saat satelit berada di orbit. 

Kemampuan tersebut membuat data dapat diproses lebih cepat sehingga informasi yang dihasilkan dapat segera dimanfaatkan oleh pemerintah maupun pelaku industri tanpa harus menunggu seluruh data dikirim ke stasiun bumi untuk diolah. Satelit Lampung-1 dikembangkan untuk mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Lampung melalui pemanfaatan data satelit. 

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Satelit Lampung-1
  • SATELIT
  • SATELIT indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Kerugian Negara Rp322 Miliar
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Pare Kediri, Gula Ludes 30 Menit dan Beras SPHP Jadi Buruan
• 7 jam laluberitajatim.com
thumb
Timnas Indonesia Butuh Berapa Poin untuk Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026? Ini Hitungannya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Tumbuh 6,36 Persen, Investasi Baru Tembus Rp2,7 Triliun
• 18 menit lalutvonenews.com
thumb
Evakuasi 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dilakukan Estafet, Libatkan hingga 200 Personel
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.