Konsumsi pemerintah menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% secara tahunan atau year-on-year (yoy), antara lain didorong oleh pembayaran gaji ke-13 dan belanja Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, seluruh komponen pengeluaran dalam perekonomian Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh positif.
“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal ini,” kata Edy dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (5/8).
Edy menyebut, peningkatan konsumsi pemerintah tidak terlepas dari pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS.
Belanja pemerintah juga terdorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa, terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selain itu konsumsi pemerintah juga tumbuh didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa salah satunya Program Makan Bergizi Gratis,” kata Edy.
Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Indonesia. BPS mencatat, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi 53,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan tumbuh 5,06% pada kuartal II-2026.
Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,67 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.
BPS mencatat, pertumbuhan konsumsi masyarakat didorong oleh meningkatnya aktivitas saat periode libur dan hari besar keagamaan nasional. Beberapa komponen yang tumbuh tinggi antara lain konsumsi restoran dan hotel sebesar 6,47%, serta transportasi dan komunikasi sebesar 5,71%.
Selain konsumsi masyarakat dan pemerintah, investasi juga menjadi pendorong utama ekonomi pada kuartal II-2026. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87% dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 29,36%.
PMTB memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,06 poin persentase. Pertumbuhan investasi tercermin dari peningkatan beberapa komponen seperti kendaraan yang tumbuh 26,03%, peralatan lainnya sebesar 16,18%, serta peningkatan realisasi investasi berdasarkan data BKPM sebesar 7,14%.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah.
BPS mencatat total kontribusi konsumsi rumah tangga dan investasi mencapai 82,68% terhadap PDB Indonesia.
Sementara itu, komponen ekspor neto masih memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,78 poin persentase.




