Aksi pencurian sepeda motor di kawasan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, berhasil digagalkan warga pada Rabu (5/8/2026) siang.
Dari dua pelaku yang beraksi, satu orang berhasil diamankan warga, sedangkan seorang lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Iptu Masyita Dian Sugianto Kapolsek Sedati mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di depan sebuah kios pakan burung.
“Dua pelaku datang mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku kemudian mengambil sepeda motor Vario hitam bernomor polisi W 3851 NCO tahun 2022 milik korban yang terparkir di depan toko,” kata Iptu Masyita ketika on air di Radio Suara Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, upaya pencurian itu berhasil digagalkan berkat kesigapan warga yang berada di sekitar lokasi. Seorang pelaku yang berperan sebagai eksekutor berhasil ditangkap, sementara rekannya meloloskan diri.
“Dari dua pelaku, satu berhasil kabur menggunakan sepeda motor yang mereka bawa. Sedangkan satu pelaku yang melakukan aksi pencurian berhasil diamankan warga bersama barang bukti sepeda motor korban dan kunci T,” ujarnya.
Pelaku yang ditangkap sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka-luka. Polisi kemudian mengamankan pelaku dari lokasi kejadian sebelum membawanya ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk mendapatkan perawatan medis.
Iptu Masyita mengatakan, identitas pelaku masih dalam proses pendataan karena saat diamankan tidak membawa kartu identitas.
Polisi masih memburu seorang pelaku lain yang berhasil melarikan diri dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pelaku.
Kapolsek Sedati juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor. Pemilik kendaraan diminta memastikan sepeda motor dalam kondisi terkunci dengan baik dan menggunakan pengaman tambahan untuk memperkecil risiko pencurian.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan kendaraannya karena saat ini kasus curanmor memang sedang marak. Selain itu, apabila menangkap pelaku kejahatan, masyarakat diharapkan tidak tersulut emosi,” ujar Iptu Masyita. (saf/ipg)




