Imunisasi HPV Mulai Diterapkan pada Pelajar Laki-laki

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Bima (11) memberanikan diri untuk antre di barisan terdepan di antara murid laki-laki kelas V lainnya di SD Negeri Rejowinangun 3, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Ia akan tercatat dalam sejarah sekolahnya sebagai murid laki-laki pertama yang menerima suntikan imunisasi vaksin human papillomavirus (HPV).

Sesuai dengan namanya, murid bertubuh tambun itu tak gentar ketika petugas Puskesmas Kotagede 2 mulai mengarahkan ujung jarum suntikan vaksin ke lengan kirinya. Ia bahkan tersenyum bangga ketika salah satu guru memotretnya untuk catatan dokumentasi.

Pada hari itu, murid laki-laki yang berumur 11 tahun atau setara kelas V di SD itu mulai mendapat suntikan vaksin HPV. Jika bertahun-tahun sebelumnya vaksin itu hanya diberikan kepada murid perempuan, kali ini murid laki-laki mulai mendapat suntikan vaksin yang sama.

Murid kelas V menunggu giliran mendapat suntikan vaksin HPV.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Petugas Puskesmas menyiapkan suntikan vaksin HPV untuk siswa.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sebanyak 3.146 murid kelas 5 di DIY ditargetkan mendapat suntikan vaksin HPV tahun ini.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sebelum mendapat suntikan vaksin, setiap murid diperiksa kesehatannya satu per satu oleh Kepala Puskesmas Kotagede 2 Atika Anggiasih. Hal itu untuk memastikan penerima vaksin dalam kondisi prima sehingga tidak memunculkan efek negatif tertentu pascaimunisasi.

”Tahun ini DIY bersama Bali dan DKI Jakarta menjadi pilot project pemberian vaksin HPV untuk anak laki-laki,” tutur Atika. Sebanyak 3.146 anak laki-laki usia 11 tahun di DIY ditargetkan memperoleh vaksin itu pada tahun ini.

Menurut Atika, HPV tidak hanya dapat menyebabkan penyakit kanker serviks pada perempuan, tapi juga bisa mengakibatkan penyakit kutil kelamin yang tidak hanya menyerang penderita perempuan, tapi juga bisa menjangkiti penderita laki-laki. Selain itu, laki-laki pun bisa menjadi pembawa (carrier) HPV dan menularkannya ke perempuan.

Sejumlah hal itu kemudian menjadi beberapa pendorong gerakan imunisasi HPV untuk anak laki-laki dan perempuan. Masyarakat pun diajak untuk mendukung pencegahan HPV melalui program vaksinasi itu.

Jika menginginkan vaksinasi HPV secara mandiri, harga vaksin tersebut tergolong mahal, yakni berkisar Rp 900.000-Rp 1 juta untuk satu kali suntikan. Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), biaya vaksin HPV ditanggung oleh pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu membayar biaya apa pun.

 Selama program BIAS berlangsung, murid kelas I juga berkesempatan mendapat suntikan vaksin MR (measles-rubella). Vaksin itu berisi kombinasi untuk mencegah penyakit campak dan rubela.

Sementara murid kelas II mendapat vaksin tetanus difteri (Td). Vaksin ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit berbahaya tetanus dan difteri.

Sejumlah puskesmas berkeliling di berbagai sekolah di Yogyakarta untuk menyalurkan vaksin-vaksin tersebut kepada murid SD yang usianya sesuai. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kekebalan mereka terhadap bermacam penyakit berbahaya sekaligus mendorong taraf kesehatan masyarakat.

 

 

Baca JugaUGM Ajarkan Sikap Antikekerasan kepada Mahasiswa Baru
Baca JugaKisah Fotografer di Antara Dedikasi dan Erupsi Gunung Api


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sosok Saepullah Pelaku Mutilasi Pria di Depok, Susul Rekam Jejak Ryan Jombang yang Geger Tahun 2008
• 48 menit laludisway.id
thumb
Penduduk Miskin RI Turun, Tapi di Aceh, Bali-Papua Malah Naik
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Purbaya Jamin Penempatan Dana Pemerintah di Himbara Tetap Berjalan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isu Pergantian Kapolri Mencuat, Apa Kata Jenderal Listyo?
• 8 menit lalukompas.id
thumb
Mengenal Ponpes Bahrul Ulum, Pesantren Berusia Dua Abad yang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.