Temui Purbaya, Bos Danantara Bahas Skema Restrukturisasi BUMN hingga Utang Whoosh

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

COO Danantara yang juga kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas skema restrukturisasi BUMN.

Temui Purbaya, Bos Danantara Bahas Skema Restrukturisasi BUMN hingga Utang Whoosh. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas skema restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga penyelesaian utang kereta cepat Jakarta - Bandung, Whoosh. 

Dony menjelaskan, terkait pembahasan restrukturisasi BUMN, dibahas sejumlah hal misalnya melalui penggabungan atau peleburan sejumlah perusahaan pelat merah. Dibahas juga kemungkinan relaksasi dari sisi perpajakan agar proses restrukturisasi bisa berjalan dengan tidak membebani arus kas masing-masing perusahan. 

Baca Juga:
BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN

"Koordinasi bersama Pak Menteri Keuangan, ada yang mau didiskusikan. Minta untuk keringanan pajak (restrukturisasi BUMN). Itu ada undang-undang untuk kita, prosesnya supaya cepat diselesaikan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).

Selain membahas skema restrukturisasi BUMN, Dony mengaku pertemuan dengan Menkeu ini juga turut membahas nasib penyelesaian utang kereta cepat atau Whoosh. Mengingat saat ini porsi utang yang cukup besar tersebut membebani kinerja keuangan sejumlah BUMN yang terlibat dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI)

Baca Juga:
Tuntaskan Polemik LRT City, Kementerian PKP Gandeng BPK dan BP BUMN 

"KCIC juga kita bahas. Kita semuanya terbuka aja, kita nanti bicarakan. Sudah finalisasi kan," ujar Dony.

Pemerintah menargetkan perampingan jumlah perusahaan BUMN yang saat ini berjumlah sekitar 1.000 entitas akan dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan. Pengurangan jumlah perusahaan ini akan dilakukan dengan cara penggabungan antarperusahaan hingga likuidasi perusahaan. 

Baca Juga:
Danantara Tugaskan Danareksa Kelola Aset Kawasan Industri BUMN, Terbesar se-ASEAN

Sebelumnya, Dony menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan inventarisasi terhadap bisnis-bisnis BUMN yang bergerak di sektor yang sama. Hal ini dinilai kurang efisien dan menciptakan persaingan yang kurang baik antarperusahaan negara. Ke depan, perusahaan negara yang bergerak di sektor yang sama akan digabung, seperti halnya yang tengah dilakukan untuk BUMN Karya.


(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manfaat Bunga Sepatu untuk Kulit Wajah
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Peringatan Dini BMKG 6-7 Agustus 2026: Wilayah Hujan Lebat Bergeser, Ini Daftarnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Denny Sumargo Rela Botak demi Film Baby Udon, Ungkap Alasan Ogah Pakai Prostetik
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Dulu Viral Kritik Jalan Rusak Lampung, Kini Awbimax Ungkap Sudah Keluar dari Islam dan Memilih Jadi Agnostik
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pengakuan Mengejutkan Tukang Piscok Pelaku Mutilasi di Depok, Ternyata Gay
• 51 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.