Grid.ID - Baru-baru ini masyarakat digegerkan dengan kasus penemuan mayat mutilasi tanpa kaki di lapangan Kavling Depkes, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di dalam karung beras dan diduga merupakan korban mutilasi.
Menurut keterangan saksi berinisial H, ia telah mengetahui karung tersebut telah berada di lokasi sejak (24/07/2026). Namun, isinya baru diketahui merupakan jasad manusia pada (04/08/2026).
Adapun lokasi penemuan jasad berada di lahan kosong yang cukup luas di Jalan Raya Kavling, Kelurahan Pancoran Mas. Saksi menyebut lahan tersebut memang kerap menjadi tempat warga membuang sampah sembarangan.
Lantas bagaimana kronologi penemuan mayat mutilasi tanpa kaki di Depok? Simak penjelasannya.
Kronologi Penemuan Mayat Mutilasi Tanpa Kaki di Depok
Mayat pria terbungkus karung beras ditemukan di lapangan Kavling Depkes, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penemuan jasad korban bermula saat warga berinisial H yang tengah melintas di lokasi melihat sebuah karung.
Awalnya, H mengira karung itu hanya berisi sampah dan tidak menaruh rasa curiga. Setelah mencium bau menyengat, ia lantas meminta adiknya, MR, untuk membakar karung tersebut.
"Keberadaan karung tersebut kemudian diberitahukan kepada adiknya, MR," kata Budi, Rabu (5/8/2026) dilansir TribunJakarta.com.
Saat sebagian karung terbakar, MR terkejut ketika melihat tubuh manusia di dalamnya. MR pun segera melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," ujar Kabid Humas.
Budi menyebut korban ditemukan tanpa busana, kedua tangan terikat kain putih, bagian tubuh tidak utuh, dan terdapat luka di bagian leher. Polisi lantas membawa jenazah korban ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan forensik.
"Serta jenazah dimasukkan ke dalam karung beras yang dibungkus plastik berwarna hitam," ungkap Budi.
Identitas Korban dan Pelaku Terungkap
Diketahui, korban adalah seorang pria bernama Kunaefi (51) yang bertempat tinggal di Bojong, Pondok Terong, Cipayung Depok. Sementara pelaku bernama Saepul (26).
Pelaku ditangkap saat akan melarikan diri di Pandeglang, Banten pada Rabu (5/8/2026) subuh. Saepul mengenal Kunaefi lewat media sosial, lalu bertemu secara langsung pada 23 Juli 2026.
“Pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi, warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, berhasil dibekuk oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu dilansir Kompas.com.
Namun, saat itu, mereka terlibat cekcok yang menyebabkan Saepul mengambil senjata tajam untuk melawan Kunaefi. Pelaku lantas menusuk perut dan melukai leher korban.
Saepul bahkan memutilasi bagian kedua kaki korban dari pangkal paha untuk menghilangkan jejak korban. Kemudian mayat Kunaefi yang sudah tak utuh dibungkus dua lapis, lalu dibuang ke lahan kosong di Pancoran Mas.
Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban dan menjualnya. Setelah itu, mayat tidak utuh itu ditemukan warga pada Selasa (4/8/2026).
"Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah," ujar Budi lewat keterangan tertulis.
Demikianlah kronologi penemuan mayat mutilasi tanpa kaki di Depok. (*)
Artikel Asli




