22 RSUD Naik Kelas Jadi Lebih Modern, Layanan Kesehatan Masyarakat Kian Dekat

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
22 RSUD Naik Kelas Jadi Lebih Modern, Layanan Kesehatan Masyarakat Kian DekatNasional | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:31Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id – Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas kini semakin mudah. Pemerintah telah menyelesaikan peningkatan 22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi rumah sakit kelas C dengan fasilitas yang lebih modern, layanan lebih lengkap, serta didukung tenaga medis spesialis.

Program ini merupakan bagian dari penguatan 66 RSUD kelas D dan D Pratama di berbagai daerah agar masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota provinsi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik.

Salah satu rumah sakit yang telah beroperasi dengan wajah baru adalah RSUD Sungai Lemau di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Salah satu bangunan RSUD. Foto Kemenkes

Gedung empat lantai berdesain modern itu kini dilengkapi ruang pelayanan yang lebih nyaman serta berbagai peralatan medis canggih, seperti CT Scan, catheterization laboratory (cathlab), mammografi, dan ultrasonografi (USG).

Baca Juga:UNY Dorong Perempuan Diaspora Indonesia di Malaysia Mandiri lewat AI

Data Kementerian Kesehatan per Juli 2026 mencatat, dari target peningkatan 66 RSUD, sebanyak 22 rumah sakit telah rampung dan mulai melayani masyarakat.

Pemerintah menargetkan 20 RSUD lainnya selesai pada 2026, sedangkan 24 RSUD sisanya dituntaskan pada 2027.

Dalam klasifikasi rumah sakit di Indonesia, RSUD kelas D dan D Pratama umumnya hanya memiliki layanan spesialis dasar. Setelah naik menjadi kelas C, rumah sakit memiliki fasilitas yang lebih lengkap dengan dukungan dokter spesialis, layanan penunjang medis, serta peralatan kesehatan yang mampu menangani lebih banyak kasus sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit dengan tingkat layanan lebih tinggi.

Sebanyak 22 RSUD yang telah selesai ditingkatkan tersebar di berbagai daerah, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Tana Tidung, Bengkulu Tengah, Toraja Utara, Pulau Taliabu, Halmahera Timur, Kepulauan Anambas, Nias Utara, Pesisir Barat, Buton Tengah, Kubu Raya, Kolaka Timur, Raja Ampat, Konawe Kepulauan, Kota Bima, Buton Utara, Keerom, Nias Barat, Kepulauan Sula, Buru, dan Bolaang Mongondow Selatan.

Baca Juga:Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat

Sementara itu, 20 RSUD lainnya ditargetkan selesai sepanjang 2026, termasuk di Kabupaten Buru Selatan, Muna Barat, Ogan Komering Ulu Selatan, Kepulauan Aru, Musi Rawas Utara, Kota Tual, Waropen, Tulang Bawang Barat, Mamasa, Bolaang Mongondow Utara, Nias Selatan, Kerinci, Kepulauan Mentawai, Penukal Abab Lematang Ilir, Mahakam Hulu, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur, Konawe Utara, Lamandau, dan Halmahera Tengah.

Adapun 24 RSUD berikutnya dijadwalkan selesai pada 2027. Sebagian besar berada di wilayah kepulauan, perbatasan, dan pegunungan, seperti Papua dan Maluku, yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan percepatan pembangunan dan peningkatan 66 RSUD merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor kesehatan. Program tersebut bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan spesialistik hingga ke daerah.

Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Budi menegaskan pembangunan rumah sakit tidak hanya berfokus pada gedung, tetapi juga melengkapi fasilitas dengan dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta peralatan medis modern.

Baca Juga:Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos

"66 RSUD dibangun agar bisa melayani stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak," kata Budi.

Ia menegaskan peningkatan status rumah sakit harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil.

"Semuanya dilayani di sini dan selesai di sini," ujarnya.

Dengan peningkatan menjadi rumah sakit kelas C, masyarakat kini dapat memperoleh layanan seperti pemeriksaan CT Scan, tindakan cathlab, mammografi, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak tanpa harus dirujuk ke kota besar.

RSUD juga diperkuat dengan dokter spesialis penyakit dalam, bedah, kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

Sebelum program ini berjalan, banyak pasien harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui jalur darat maupun laut hanya untuk mendapatkan pemeriksaan atau penanganan penyakit seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal.

Kini, layanan tersebut tersedia lebih dekat sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mengurangi biaya serta waktu perjalanan.

Baca Juga:Kisah Pilu Nenek Penjual Labu di Jombang, Utang Rp500 Ribu Bengkak Jadi Rp70 Juta, Ini Faktanya

Program peningkatan 66 RSUD ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pemerataan layanan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 34 ayat (3) UUD 1945, sehingga masyarakat di seluruh Indonesia memperoleh akses pelayanan medis yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih lengkap. 

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Penemuan Korban Mutilasi di Depok, Berawal Kenal di Medsos hingga Jasad Dikira Sampah
• 59 menit laludisway.id
thumb
Makin Mendunia, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Pengantar di Prodi Kampus Jerman
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Panduan Prosedur Pembuatan WPS yang Benar untuk Kebutuhan Bisnis Anda
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KPK Ajukan Banding Atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Abdul Wahid
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Marak Penipuan AI, OJK Segera Luncurkan Scam Apps untuk Cek Modus Penipuan
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.