Fenomena Mal Dipagar Tinggi Tuai Polemik, Menko Polkam Tegaskan Bukan untuk Hadapi Demo

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago membantah aksi pemasangan pagar tinggi di pusat perbelanjaan terkait dengan keamanan.

Ia menjelaskan kepala daerah masing-masih telah menjelaskan terkait isu tersebut.

"Pemasangan pagar? Enggak ada itu. Bahkan responsnya dulu kepala daerah yang bersangkutan sudah menyelesaikannya, baik yang di Surabaya maupun yang di Jakarta. Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan kabar-kabar yang akan datang," kata Djamari di kantornya, Rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Suara Warga soal Pagar Tinggi Mal Kokas, Pengunjung: Tiba-tiba Banget, Tak Ada Penjelasan

Djamari juga menggarisbawahi, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan tersebut hanya untuk kepentingan keamanan masing-masing.

Terkait hal ini, pemerintah daerah juga sudah meminta agar pagar tersebut dicabut.

"Semuanya itu adalah kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak memenuhi izin seperti yang dilakukan oleh beberapa tempat. Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana, tetapi pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu," jelasnya.

BACA JUGA:Pagar Nusa Gelar Rakernas 2026, Bahas Pengiriman 1.000 Pasukan Inti Amankan Muktamar NU Ke-35 di Jombang

Terkait rencana aksi demonstrasi, ia menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijamin.

Ia mempersilahkan masyarakat menyampaikan aspirasi maupun kritik kepada pemerintah selama dilakukan secara damai dan tidak mengganggu kepentingan umum.

"Aksi unjuk rasa tidak ada larangannya. Menyampaikan pendapat adalah hak masyarakat. Tidak ada satu pun yang melarang untuk itu," tegasnya.

BACA JUGA:Redam Spekulasi Liar, Polda Metro Minta Publik Tidak Kaitkan Pagar Mal dengan Isu Keamanan

Djamari menilai kritik dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses demokrasi.

Bahkan, kata dia, Presiden disebut berulang kali menyampaikan bahwa kritik diperlukan sebagai masukan bagi jalannya pemerintahan.

"Presiden mengatakan kritik itu perlu dan kami meyakini kritik-kritik semacam itu sangat menyegarkan buat kami," ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Pemain Berbahaya Singapura yang Bisa Merusak Mimpi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 10 jam lalubola.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp17.960 per Dolar AS usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Dirjen Dukcapil Catat Penduduk RI Capai 290 Juta Jiwa per Juni 2026
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Babak Baru Kasus Emas Ilegal, 3 Bos PT SPEM Segera Disidang
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Menkeu Bakal Kasih Insentif Tambahan, Asal Toyota Mau Pindahkan Pabrik ke RI
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.