Bukan Antariksa, AI Jadi Mesin Uang Terbesar bagi SpaceX

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

SpaceX mencatat pencapaian finansial mengejutkan dengan meraup pendapatan lebih besar dari divisi artificial intelligence dibanding bisnis peluncuran antariksa miliknya. Tren ini didorong oleh ekspansi perusahaan dalam menyediakan infrastruktur compute untuk entitas teknologi lainnya.

Meski demikian, laporan keuangan kuartal terbaru menunjukkan perusahaan rintisan Elon Musk ini secara keseluruhan masih mengalami kerugian operasional.

Lompatan Besar Pendapatan Sektor AI dan Neocloud

Pendapatan divisi AI milik SpaceX melesat lebih dari tiga kali lipat mencapai 2,6 miliar dolar AS dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh kesepakatan penyediaan compute yang dijalin bersama Anthropic pada Mei dan Google pada Juni lalu.

Langkah tersebut memosisikan SpaceX sebagai pesaing baru di ranah neocloud, bersaing ketat dengan pemain seperti CoreWeave. Namun, pengeluaran modal perusahaan naik hingga menyentuh angka 18,37 milar dolar AS.

Dalam panggilan telepon bersama investor yang dilaporkan oleh Bloomberg, Elon Musk mengeklaim keunggulan infrastruktur mereka dibanding kompetitor.

“Kami percaya kami sedang membangun kapasitas compute AI dalam skala besar lebih cepat daripada siapa pun, dan kami meningkatkan model AI kami secara signifikan,” ujar Elon Musk.

Kontras Kinerja Antara Starlink dan Divisi Antariksa

Strategi SpaceX memang telah bergeser sejak penawaran umum perdana alias IPO pada Juni lalu, di mana perusahaan memproyeksikan mayoritas nilainya akan bersumber dari teknologi AI, termasuk rencana ambisius membangun data center di luar angkasa.

Di sisi lain, divisi konektivitas satelit Starlink masih menjadi tulang punggung bisnis dengan menyumbang pendapatan sebesar 4,2 miliar dolar AS pada kuartal ini. Sementara itu, divisi peluncuran antariksa justru berada di posisi paling buncit dengan raihan 962 juta dolar AS.

Sebelum IPO, SpaceX juga memutuskan untuk menyewakan kapasitas data center miliknya yang semula dibangun untuk melatih Grok, model AI mereka yang sempat tertinggal dari para kompetitor. Langkah taktis ini diambil guna memaksimalkan monetisasi infrastruktur yang menganggur.

Untuk memperkuat ekosistemnya, SpaceX kini tengah dalam proses mengakuisisi platform AI enterprise bernama Cursor. Musk menyatakan proses regulasi akuisisi tersebut sudah berjalan mendekati tahap akhir.

Secara keseluruhan, margin kerugian SpaceX berhasil ditekan menjadi 143 juta dolar AS. Kendati demikian, beban pengembangan roket raksasa Starship terus membengkak hingga naik 389 juta dolar AS demi menopang ambisi jangka panjang mereka di orbit bumi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Review ASUS ROG Zephyrus G14 2026: Laptop Gaming AI Tipis yang Nyaman Dibawa
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.338, Investor Sambut Positif Redanya Ketegangan AS-Iran
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Berlatih Seni Musik Islami untuk Ketenangan Hati
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Peringatan Dini BMKG 6-7 Agustus 2026: Wilayah Hujan Lebat Bergeser, Ini Daftarnya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pelaku Mutulasi di Depok Diduga Penyuka Sesama Jenis, Polisi Sebut Hubungan Korban hanya Sebatas Kenal
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.