Tanggapi Isu Pergantian Kapolri, Jenderal Sigit: Itu Prerogatif Presiden RI

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto memiliki hak untuk menunjuk perwira tinggi di Korps Bhayangkara untuk menjadi pemimpin kepolisian.

Hal demikian dikatakan Jenderal Sigit saat ditanya awak media soal kabar Istana telah mengirim Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kapolri. 

BACA JUGA: Presiden FIFA Gianni Infantino Dihujani Kritik, Erick Thohir Pasang Badan

"Itu, kan, prerogatif Presiden," kata dia ditemui di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8).

Eks Kabareskrim itu mengatakan siap menjalankan setiap perintah Presiden RI demi kemajuan bangsa.

BACA JUGA: Momen Kebersamaan Presiden Prabowo, Kapolri, dan Panglima TNI saat Praspa 2026

"Jadi, ya, buat kami prajurit, kan, apa pun dilaksanakan. Kami menunggu saja," ujar Sigit.

Mantan Kapolda Banten itu merasa kinerjanya sebagai pemimpin kepolisian tak bakal terganggu meski belakangan kencang isu pengiriman Surpres pergantian Kapolri.

BACA JUGA: Rais Syuriyah Tegaskan NU Jabar Tak Pernah Mendukung Calon Kapolri Baru

"Oh, enggak. Sangat tidak," ujar Sigit.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman membantah kabar yang beredar tentang parlemen menerima Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

"Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," kata legislator fraksi Gerindra itu melalui layanan pesan, Selasa (4/8).

Habiburokhman meminta masyarakat tidak mudah termakan isu simpang siur seperti kabar DPR menerima Surpres pergantian Kapolri. 

"Kami mengimbau, sebaiknya masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya," kata dia.

Bantahan yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni menyikapi kabar legislatif menerima Surpres pergantian Kapolri.

"Kagak ada, kagak ada," kata dia, Selasa.

Sahroni mengatakan DPR sampai kini tak pernah menerima Surpres terkait pergantian Kapolri dari pemerintah.

"Kalau kalian tanya pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," ujarnya.

Sahroni merasa isu pergantian Jenderal Sigit dari posisi Kapolri dihembuskan pihak yang tak suka eks Kabareskrim itu lama menjabat pemimpin kepolisian.

"Cuma, kan, isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti, kan, hembusannya kencang, wajar, kan, beliau sudah lima tahun, begitu, karena lama, orang ada yang enggak suka, ya, apa, ya, dimaklumin saja," ujar legislator fraksi NasDem itu.

Sahroni menganggap kinerja Jenderal Sigit saat ini positif, karena eks Kapolda Banten itu sudah bekerja keras dan profesional selama bertugas.

"Saya yakin, Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," ujar dia. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengamat Dorong Pemilihan Kapolri Berbasis Kompetensi dan Integritas


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status Jaksa Diberhentikan Sementara, Febrie Ardiansyah Hanya Terima Gaji Pokok 50 Persen
• 6 jam lalukompas.com
thumb
KPK: Pejabat di Kemenhut Terima Uang SGD12.500 dari Pemkab Kuansing!
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Mendagri Peringatkan Kepala Daerah Jatim Jaga Integritas Agar Tak Berakhir di OTT KPK
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Seorang Pria Bersenjata Ditangkap di Lokasi Kunjungan Presiden Trump di LA
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Pria Korban Mutilasi di Depok: Kaki Dibuang ke Sungai, Badan Dibungkus Karung Beras
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.