Generasi Z Bakal Jadi Mayoritas Pemilih Pemilu 2029, Caleg Diminta Pahami Platform Elektoral Digital

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Generasi Z diprediksi menjadi mayoritas pemilih pada momen perhelatan Pemilu 2029 nantinya.

Lantas pemilih muda tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para calon legislatif (Caleg) untuk dapat menarik minta Generasi Z yang diproyeksikan bakal mengisi 65 persen daftar pemilih.

Generasi Z diketahui lekat dengan perkembangan teknologi termasuk konten digital yang mewarnai aktivitas kesehariannya.

Tentunya pergeseran demografis ini mendorong para Caleg meninjau ulang pendekatan kampanye yang selama ini mengandalkan pola konvensional seperti pemasangan alat peraga dan pertemuan tatap muka semata.

Tantangan lain datang dari kompleksitas data pemilu itu sendiri, hasil pemilihan tersebar di ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS), profil ekonomi daerah tersimpan di lembaga statistik, sementara dinamika opini publik terus bergerak di berbagai kanal. 

Bagi kandidat maupun tim pemenangan, merangkai potongan-potongan informasi ini secara manual bukan pekerjaan yang efisien.

Kondisi inilah yang mendorong munculnya platform teknologi politik atau political tech di Indonesia diantaranya Voxstream yang mengembangkan platform intelijen elektoral berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu Caleg tingkat Kota/Kabupaten maupun nasional.

CEO Voxstream, Wahyu Permana menyatakan pendekatan berbasis data menjadi semakin relevan seiring bergesernya karakter pemilih.

Menurutnya kandidat perlu instrumen yang bisa membaca dinamika pemilih muda secara terukur agar strategi kampanye dapat menjangkau mereka secara efektif.

"Saat ini telah terjadi perubahan karakter pemilih. Sekitar 65 persen pemilih didominasi oleh Generasi Z yang memiliki tingkat keterpaparan sangat tinggi terhadap gawai dan media sosial. Kondisi ini menuntut para calon legislatif untuk menerapkan pola dan cara kampanye yang lebih ramah terhadap karakter Gen Z agar pesan politik dapat tersampaikan secara efektif," kata Wahyu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan platform yang dikelola pihaknya menyajikan analisis elektoral dengan memadukan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pusat Statistik (BPS), pemberitaan media, serta percakapan di sejumlah kanal media sosial. 

Kombinasi sumber ini menghasilkan sejumlah instrumen analisis, mulai dari tingkat elektabilitas, sentimen publik, pemetaan kompetitor di daerah pemilihan yang sama, hingga peta basis suara yang dirinci sampai tingkat TPS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baruga Pathway Resmi Diluncurkan, SMA Islam Athirah Siapkan Siswa Tembus Kampus Internasional
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Pemuda Pulang Kerja Tewas Terjebak Karhutla di Ketapang Kalbar
• 14 jam laludetik.com
thumb
Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Hormuz Tak Dibuka Segera
• 18 jam laludetik.com
thumb
Purbaya Batal Terapkan Pajak Marketplace, Pertimbangkan Daya Beli
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Dukcapil Spill Zodiak Terbanyak Penduduk Indonesia Hingga Nama Terunik
• 10 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.