jpnn.com, JAKARTA - Panggung politik nasional sempat menghangat dihembus isu Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian pucuk pimpinan Polri. Namun, respons yang ditunjukkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo justru hadir menyejukkan suasana.
Paguyuban Jurnalis Mitra Polri (JMP) Ikhwan Andi Aziz menyampaikan apresiasi tinggi atas sikap tenang dan bijak yang ditunjukkan Jenderal Listyo Sigit dalam menyikapi isu yang beredar di ruang publik.
BACA JUGA: Pimpinan Komisi III Kompak Bantah Kabar DPR Terima Surpres Pergantian Kapolri
Sebelumnya, Jenderal Sigit menegaskan posisinya sebagai prajurit Bhayangkara yang senantiasa siap menjalankan instruksi pimpinan, termasuk keputusan yang berkaitan dengan rotasi jabatan di tubuh kepolisian.
"Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kami prajurit apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja," ujar Sigit usai menghadiri rapat di Kementerian Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
BACA JUGA: Rais Syuriyah Tegaskan NU Jabar Tak Pernah Mendukung Calon Kapolri Baru
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk tetap patuh dan tunduk pada mekanisme konstitusional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ikhwan menilai sikap yang ditunjukkan oleh pimpinan tertinggi Polri tersebut mencerminkan tingkat profesionalisme yang tinggi, sehingga tidak mudah terdistorsi oleh isu-isu eksternal yang bergulir di ranah politik.
BACA JUGA: Tanggapi Isu Pergantian Kapolri, Jenderal Sigit: Itu Prerogatif Presiden RI
"Kami di JMP sangat menghargai sikap bijak dan tenang Bapak Kapolri. Beliau tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dan tidak terdistorsi oleh isu-isu politik yang sengaja dihembuskan di ruang publik," tutur Ikhwan di Jakarta, Rabu (5/8)
JMP mensinyalir adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya menggulirkan narasi pergantian kepemimpinan ini demi kepentingan kelompok.
Ikhwan menilai manuver semacam itu kurang tepat di tengah situasi nasional yang saat ini membutuhkan konsentrasi penuh dalam menghadapi berbagai tantangan domestik maupun global, mulai dari pemulihan ekonomi hingga stabilitas keamanan.
"Situasi aman dan damai adalah prasyarat utama bangsa kita saat ini. Sangat disayangkan jika di tengah iklim yang membutuhkan kondusivitas, justru ada segelintir pihak yang mencoba memperkeruh keadaan dengan menyebar berbagai isu," tegasnya.
JMP berharap jajaran kepolisian tetap fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tanpa terpengaruh oleh dinamika politik yang terjadi.
Energi bangsa dinilai lebih baik diarahkan pada sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada kepentingan masyarakat luas.
"Jauh lebih baik kami bersama-sama fokus memikirkan bagaimana cara memulihkan perekonomian nasional demi kesejahteraan rakyat, ketimbang menghabiskan energi untuk spekulasi politik yang tidak berdasar," imbuh Ikhwan.
Menutup pernyataannya, JMP mengingatkan bahwa kewenangan pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia sepenuhnya.
Oleh karena itu, berbagai pihak diimbau untuk menghormati proses konstitusional tersebut dan bersama-sama menjaga kondusivitas demi stabilitas nasional. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri Cup 2026 Kembali Menjadi Wadah Pebulu Tangkis Muda Berprestasi di Level Nasional
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




