JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan angka pertumbuhan ekonomi kuartal dua ini lebih rendah dibandingkan kuartal satu 2026, yang mencapai angka 5,61 persen.
Namun, capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal dua di tahun 2025 lalu yang berada di angka 5,12 persen.
Edy menyatakan, secara tahunan seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali sektor pertambangan yang mengalami kontraksi.
BPS juga mencatat jumlah pengangguran pada Mei 2026 menurun jika dibandingkan Februari 2026.
Tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen, turun dibandingkan Februari yang berada di angka 4,68 persen.
Pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang.
Dari jumlah itu, 148,19 juta orang bekerja, dan 7,22 juta menganggur.
Dibanding Februari 2026, jumlah penduduk bekerja bertambah 522 ribu orang. Sedangkan jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang.
BPS mencatat ekonomi Indonesia di kuartal dua tumbuh di atas 5 persen secara tahunan.
BPS juga ungkap data jumlah pengangguran di bulan Mei turun, jika dibandingkan Februari lalu.
Bagaimana membaca data-data ekonomi BPS ini, dan bagaimana dampaknya pada masyarakat?
Kita bahas bersama Ekonom CELIOS, Media Wahyudi Askar dan Tenaga Ahli Bakom RI, Aditya Laksmana.
Baca Juga: Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Sudah Baik, Targetkan 6 Persen di Akhir Tahun
#bps #ekonomi #celios
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- pertumbuhan ekonomi
- bps
- celios
- angka pengangguran
- ekonomi indonesia
- bakom ri





