AS Cabut Sanksi Maskapai Irak yang Terkait Garda Revolusi Iran

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mencabut sanksi terhadap maskapai penerbangan Irak, Fly Baghdad. Maskapai itu sebelumnya ditetapkan AS sebagai entitas yang diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Dilansir AFP, Kamis (6/8/2026), Departemen Keuangan AS mencabut sanksi terhadap Fly Baghdad dan dua pesawatnya, namun tetap mempertahankan sanksi terhadap seseorang yang sebelumnya diidentifikasi sebagai pemilik perusahaan, Basheer Abdulkadhim Alwan al-Shabbani.

Washington sebelumnya telah menetapkan status sanksi bagi maskapai tersebut, pesawat-pesawatnya, dan pemiliknya pada Januari 2024, dengan tuduhan bahwa perusahaan itu memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC serta kelompok-kelompok proksinya di Irak, Suriah, dan Lebanon.

Baca juga: Iran Klaim Sepakat dengan Oman Kelola Bersama Selat Hormuz

Seorang pejabat Departemen Keuangan AS, yang berbicara dengan syarat anonimitas, menyebut bahwa maskapai tersebut telah dihapus dari daftar sanksi setelah melalui proses peninjauan kembali secara administratif oleh departemen tersebut.

"FBA (Fly Baghdad Airlines) telah menunjukkan perubahan besar dalam operasional mereka sehingga pencantuman nama mereka dalam daftar sanksi tidak lagi diperlukan," kata pejabat tersebut.

Mereka menegaskan bahwa penghapusan sanksi itu "tidak menunjukkan adanya perubahan kebijakan AS terhadap Pemerintah Iran, Korps Garda Revolusi Islam-Pasukan Quds, organisasi mana pun yang telah ditetapkan atau siapa pun yang mendukung atau bertindak atas nama pihak-pihak tersebut."

Sejak Presiden AS Donald Trump melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari, Washington telah menewaskan para pemimpin puncak negara itu dan berupaya melumpuhkan ekonominya melalui sanksi serta serangan militer.

Sebagai balasan, Teheran praktis telah memblokir Selat Hormuz yang vital-jalur yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan energi dunia-dan menargetkan sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut.

Negosiasi untuk mengakhiri perang berjalan tersendat-sendat, dengan status program nuklir Iran dan kemungkinan penerapan pungutan di selat tersebut menjadi poin-poin perdebatan utama yang menghambat kemajuan.

Baca juga: Pasutri di Bandung Kompak Jadi Jambret, Motifnya Masalah Ekonomi




(fas/fas)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rendi Jhon Ungkap Rahasia Masa Lalu Jadi Kunci Cerita Biarkan Hati Bicara Makin Greget
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pertemuan Darurat Al-Aqsa di Yordania Ajak Media Sebarkan Kejahatan Zionis Israel
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kebakaran Karhutla Meluas, 7,9 Hektare Hutan Gunung Bromo Ludes Dilalap Api
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Film Bioskop Indonesia Terbaru yang Tayang Agustus 2026
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
3 Taman Nasional jadi BLU untuk Perkuat Pengelolaan Konservasi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.