Mayoritas harga komoditas kompak bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (5/8). Harga timah, nikel, dan crude palm oil (CPO) alias kelapa sawit meningkat, namun batu bara justru menurun.
Batu BaraHarga batu bara terpantau turun pada penutupan perdagangan Rabu (5/8). Dikutip dari laman resmi Barchart, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 mengalami penurunan 1,57 persen ke level USD 128.80 per ton.
NikelHarga nikel terpantau meningkat. Berdasarkan laman London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 0,78 persen menjadi USD 17.193 per ton.
TimahSementara itu, harga timah pada periode perdagangan yang sama, data dari tradingeconomics menunjukkan kenaikan 0,98 persen. Dengan begitu, kini harga timah ada pada level USD 55.989 per ton.
Harga timah berjangka di Inggris naik mendekati USD 56.000 per ton pada Agustus, menjadi level tertinggi sejak juni.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap prospek pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta terbatasnya pasokan timah di pasar global.
Sejumlah pelaku industri bahkan memperkirakan permintaan timah untuk server AI dapat meningkat hingga 3 kali lipat pada 2030.
CPOHarga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terpantau naik pada penutupan perdagangan Rabu (5/8). Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO naik 0,13 persen menjadi MYR 4.702 per ton.
Harga minyak sawit berjangka Malaysia naik tipis ke MYR 4.700 per ton, didorong oleh pelemahan nilai tukar ringgit, kenaikan harga minyak sawit di Bursa Dalian, serta meningkatnya ekspor. Pengiriman CPO Malaysia pada Juli tercatat naik 12,1–19,5 persen dibandingkan Juni.
Permintaan juga menguat dari India, importir CPO terbesar dunia, yang meningkatkan pembelian untuk memenuhi stok menjelang musim festival. Sementara itu, ekspor CPO Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 2,5% secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan permintaan global yang masih kuat.





