REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di angka 4,1 persen menjadi perhatian publik. Angka tersebut menandai posisi PSI yang mulai diperhitungkan dalam peta persaingan politik nasional.
Namun, bagi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, capaian itu belum cukup untuk dirayakan. Saat dimintai tanggapan terkait hasil survei tersebut, Ahmad Ali menilai angka 4,1 persen masih jauh dari target yang ingin dicapai partainya.
Baca Juga
Seberapa Efektif Kunjungan Jokowi Bisa Perkuat PSI, Ini Analisis Lembaga Survei
Mengapa Jokowi Dapat Gelar Raja di NTT dan Baginda di Lampung? Ini Penjelasan PSI
Kepada Kader PSI, Jokowi: Silakan Datang ke Solo Kalau Ada Masalah
“Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI. Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei,” kata Ahmad Ali.
Menurutnya, dinamika politik nasional saat ini sedang bergerak ke arah yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pemilih semakin rasional dalam menentukan pilihan politik. Faktor figur masih penting, namun publik mulai menaruh perhatian lebih besar pada kapasitas partai dalam menghadirkan solusi atas persoalan sehari hari.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Restu Jokowi di panggung politik Kaesang. - (Republika)
Ahmad Ali melihat kondisi tersebut sebagai peluang sekaligus tantangan bagi PSI. Di satu sisi, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Di sisi lain, setiap partai dituntut mampu membangun kedekatan yang nyata dengan masyarakat.
“Lanskap politik hari ini sangat kompetitif. Publik memiliki banyak pilihan. Karena itu, tugas kami adalah memastikan PSI hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Dukungan tidak datang karena slogan, tetapi karena kepercayaan yang dibangun melalui kerja yang konsisten,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hasil survei harus dibaca sebagai instrumen evaluasi, bukan ukuran akhir dari kekuatan politik. Ahmad Ali mengingatkan bahwa banyak partai mengalami fluktuasi elektabilitas karena terlalu cepat merasa aman ketika angka survei mulai menunjukkan tren positif.
“Survei memberi gambaran tentang posisi kita hari ini. Tetapi pemilu ditentukan oleh kerja panjang. Yang kami lakukan sekarang adalah memperkuat struktur partai, memperluas konsolidasi kader, dan memastikan agenda PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.