Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis bergerak menguat ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari tingkat domestik dan global
IHSG dibuka menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,99 poin atau 0,47 persen ke posisi 636,98.
“Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370- 6.400,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II-2026 dari sebelumnya 5,61 persen (yoy) pada kuartal I-2026, atau di atas ekspektasi pasar yang sebesar 5,1 persen (yoy).
Baca juga: OJK: Pasar modal jaga peran sumber pembiayaan di tengah gejolak global
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 merupakan pertumbuhan tahunan paling kecil sejak kuartal II-2025, seiring pertumbuhan konsumsi sebesar 5,06 persen (yoy) dan belanja pemerintah sebesar 15,97 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 5,52 persen (yoy) dan 21,81 persen (yoy) pada kuartal I-2026.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh konsumsi pemerintah yang meningkat seiring belanja pegawai dan berbagai program pemerintah, serta investasi (PMTB) yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi meski laju pertumbuhannya sedikit melambat, sedangkan kinerja ekspor tertahan oleh impor yang tumbuh lebih cepat.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, didukung oleh sektor konstruksi yang menguat berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat pembatasan kuota produksi.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan meningkatnya harapan akan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah telah mendorong optimisme pelaku pasar.
Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan kesiapannya untuk mendukung kenaikan suku bunga, dan memperingatkan mengenai inflasi yang sulit turun.
Data ADP Employment menunjukkan sektor swasta di Amerika Serikat (AS) menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli 2026, atau merupakan level terendah dalam enam bulan serta turun dari 95.000 pada Juni 2026.
ISM Services PMI di AS naik tipis ke level 54,1 pada Juli 2026 dari sebelumnya 54 pada Juni 2026, atau sedikit di bawah perkiraan 54.5, namun tetap mengindikasikan adanya ekspansi di sektor jasa.
Baca juga: OJK: Investor pasar modal tumbuh 47,63 persen capai 30,06 juta SID
Harga minyak mentah bergerak pada kisaran sempit, setelah diberitakan bahwa AS, Iran, dan Oman sedang mengupayakan kesepakatan untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Imbal hasil obligasi U.S. 10-year turun ke level 4.613 persen, yang mana para pelaku pasar mencermati prospek suku bunga serta mempertimbangkan data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan.
Sementara itu, harga emas spot menguat 4,3 persen di level 4,252 dolar AS per troy ons, terdorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield US-Treasury. Pembelian emas oleh bank sentral diduga juga menjadi salah satu pendorong penguatan harga emas.
Bursa saham Eropa bergerak variatif pada Kamis (05/08), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,08 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,29 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,03 persen.
Baca juga: Purbaya: Kemenkeu ambil alih kepemilikan 60 persen saham di Whoosh
Bursa Wall Street AS juga variatif pada Kamis (05/08), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,17 persen ke level 7.723,52, indeks Nasdaq Composite melemah 0,82 persen ke 26.363,44, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,49 persen ke 54.349,06.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1,56 persen ke 65.256,50, indeks Shanghai menguat 0,34 persen ke 3.891,50, indeks Kospi melemah 4,36 persen ke 6.312,86, indeks Hang Seng melemah 1,76 persen ke 25.445,81, dan indeks Straits Times menguat 0,88 persen ke 5,630,426.
IHSG dibuka menguat 28,78 poin atau 0,45 persen ke posisi 6.379,92. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,99 poin atau 0,47 persen ke posisi 636,98.
“Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370- 6.400,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen year on year (yoy) pada kuartal II-2026 dari sebelumnya 5,61 persen (yoy) pada kuartal I-2026, atau di atas ekspektasi pasar yang sebesar 5,1 persen (yoy).
Baca juga: OJK: Pasar modal jaga peran sumber pembiayaan di tengah gejolak global
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 merupakan pertumbuhan tahunan paling kecil sejak kuartal II-2025, seiring pertumbuhan konsumsi sebesar 5,06 persen (yoy) dan belanja pemerintah sebesar 15,97 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan pertumbuhan 5,52 persen (yoy) dan 21,81 persen (yoy) pada kuartal I-2026.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh konsumsi pemerintah yang meningkat seiring belanja pegawai dan berbagai program pemerintah, serta investasi (PMTB) yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi meski laju pertumbuhannya sedikit melambat, sedangkan kinerja ekspor tertahan oleh impor yang tumbuh lebih cepat.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, didukung oleh sektor konstruksi yang menguat berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat pembatasan kuota produksi.
Dari mancanegara, Ratna mengatakan meningkatnya harapan akan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah telah mendorong optimisme pelaku pasar.
Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook menyatakan kesiapannya untuk mendukung kenaikan suku bunga, dan memperingatkan mengenai inflasi yang sulit turun.
Data ADP Employment menunjukkan sektor swasta di Amerika Serikat (AS) menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli 2026, atau merupakan level terendah dalam enam bulan serta turun dari 95.000 pada Juni 2026.
ISM Services PMI di AS naik tipis ke level 54,1 pada Juli 2026 dari sebelumnya 54 pada Juni 2026, atau sedikit di bawah perkiraan 54.5, namun tetap mengindikasikan adanya ekspansi di sektor jasa.
Baca juga: OJK: Investor pasar modal tumbuh 47,63 persen capai 30,06 juta SID
Harga minyak mentah bergerak pada kisaran sempit, setelah diberitakan bahwa AS, Iran, dan Oman sedang mengupayakan kesepakatan untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Imbal hasil obligasi U.S. 10-year turun ke level 4.613 persen, yang mana para pelaku pasar mencermati prospek suku bunga serta mempertimbangkan data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan.
Sementara itu, harga emas spot menguat 4,3 persen di level 4,252 dolar AS per troy ons, terdorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield US-Treasury. Pembelian emas oleh bank sentral diduga juga menjadi salah satu pendorong penguatan harga emas.
Bursa saham Eropa bergerak variatif pada Kamis (05/08), diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,08 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,29 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,03 persen.
Baca juga: Purbaya: Kemenkeu ambil alih kepemilikan 60 persen saham di Whoosh
Bursa Wall Street AS juga variatif pada Kamis (05/08), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,17 persen ke level 7.723,52, indeks Nasdaq Composite melemah 0,82 persen ke 26.363,44, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,49 persen ke 54.349,06.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 1,56 persen ke 65.256,50, indeks Shanghai menguat 0,34 persen ke 3.891,50, indeks Kospi melemah 4,36 persen ke 6.312,86, indeks Hang Seng melemah 1,76 persen ke 25.445,81, dan indeks Straits Times menguat 0,88 persen ke 5,630,426.





