Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mulai berpikir tentang dinasti politik sejak 2019, tepat pada periode kedua masa jabatannya.
Menurut Lukas, saat itu Jokowi mulai “kecanduan kekuasaan” karena merasa nyaman duduk di kursi pemegang keputusan tertinggi negara.
"Iya, mulai apa yang disebut Karl Marx sebagai kecanduan kekuasaan. Karena kekuasaan itu enak banget memang," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (6/8).
Ia menyinggung bagaimana Jokowi bisa mengangkat orang biasa menjadi pejabat tinggi.
"Eh, itu kan saya pernah nyinggung itu, kayak playing guarden bisa membuat orang emperan toko menjadi komisaris, dan orang jualan fotokopian ruko menjadi wakil menteri. Nah, itu kan ada kepuasanlah, afrodisiak kan, yang begitu itu bagi orang yang berkuasa," jelasnya.
Lukas juga menyoroti safari politik Jokowi di Lampung pada akhir Juni 2026, ketika mantan Wali Kota Solo itu diberi gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa.”
"Nah, akhirnya fast forward peristiwa Lampung, acara jalan-jalan ke Lampung. Jokowi itu sudah punya delusi dirinya adalah baginda pemuka bangsa. Dan itu tentu Jokowi bukan orang pertamalah kan, banyak kasuslah," tandasnya.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Prabowo Dapat Kursi Menhan Jokowi: Soal Anggaran Jumbo
Sebagai informasi, gelar kehormatan ini diberikan oleh para tokoh dan pimpinan dari lima kerajaan adat Lampung (Penyimbang adat). Prosesi sakral berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Penganugerahan ini merupakan simbol apresiasi dan penghormatan atas kiprah Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia, sekaligus mengusung falsafah Piil Pesenggiri, khususnya nilai Nemui Nyimah yang menekankan persaudaraan, kehormatan, dan persatuan.





