Kondisi aliran Kali Bekasi di Bendungan Bekasi pada Kamis (6/8) pagi terpantau telah kembali normal. Air kali kembali terlihat berwarna cokelat seperti kondisi umumnya, setelah sebelumnya sempat menghitam akibat dugaan pencemaran.
Berdasarkan pantauan kumparan di Bendungan Bekasi pada pukul 08.00 WIB, sungai sudah mengalir normal. Warna air tidak lagi hitam pekat sebagaimana yang sempat terlihat beberapa hari sebelumnya.
Sebelumnya, dugaan pencemaran yang menyebabkan aliran Kali Cileungsi hingga Kali Bekasi menghitam mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.
Tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kota Bekasi bersama Pasukan Katak Orange telah melakukan inspeksi lapangan melalui penelusuran aliran sungai, serta pengambilan sampel air pada 20, 22 27, dan 30 Juli 2026.
Hasil inspeksi lapangan dan uji laboratorium menunjukkan kualitas air sungai mengalami pencemaran berat.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan sejumlah parameter kualitas air telah melampaui baku mutu lingkungan.
Parameter tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.
"Temuan ini menunjukkan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas badan air di sepanjang aliran sungai," ujarnya, Rabu (5/8).
DLH Kota Bekasi juga menyebut hasil penelusuran sementara mengindikasikan aliran yang diduga tercemar bergerak dari wilayah Kabupaten Bogor hingga memasuki Kota Bekasi, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina, mengimbau masyarakat untuk sementara tidak memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan konsumsi hingga dinyatakan aman oleh instansi berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memanfaatkan air sungai maupun air yang berpotensi terdampak pencemaran untuk kebutuhan konsumsi, terutama memasak dan minum, hingga kondisi dinyatakan aman oleh instansi berwenang. Warga yang menggunakan layanan air bersih juga diminta mengikuti informasi resmi dari PDAM terkait kualitas air yang didistribusikan," jelasnya.
Meski secara visual kondisi air di Bendungan Bekasi kini telah kembali berwarna cokelat, penyebab pasti dugaan pencemaran dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses penelusuran.
DLH Kota Bekasi menyatakan akan terus melakukan pemantauan kualitas air secara berkala serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam penanganan kasus tersebut.





