Bisnis Data Center AMD Meroket di Tengah Lesunya Sektor Gaming

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Raksasa semikonduktor AMD melaporkan lonjakan pendapatan yang signifikan dari lini bisnis data center berkat tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, sektor gaming perusahaan justru mengalami penurunan yang cukup tajam akibat melambatnya penjualan konsol dan naiknya biaya komponen.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, pendapatan dari segmen data center AMD melesat hingga mencapai 6,7 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh lebih dari dua kali lipat atau sekitar 107 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 3,2 miliar dolar AS.

CEO AMD, Lisa Su, memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan seiring masifnya adopsi teknologi AI.

“Kami memperkirakan pendapatan segmen data center akan meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan pada tahun 2027 mendatang,” ujar Lisa Su dalam sesi konferensi bersama para analis, seperti dilansir The Verge.

Secara keseluruhan, total pendapatan AMD tumbuh 50 persen secara tahunan hingga menyentuh rekor baru sebesar 11,5 miliar dolar AS.

CFO AMD, Jean Hu, menjelaskan bahwa lini bisnis data center kini memegang peran krusial karena menyumbang 58 persen dari total pendapatan keseluruhan perusahaan.

Sektor Gaming Terpuruk Akibat Kenaikan Biaya Komponen

Berbanding terbalik dengan kesuksesan divisi AI, pendapatan dari sektor gaming AMD justru merosot hingga 31 persen menjadi 779 juta dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh melambatnya penjualan konsol populer seperti Xbox Series X/S, PlayStation 5, serta perangkat genggam Valve Steam Deck.

Kenaikan harga suku cadang dan kelangkaan pasokan di tingkat industri disinyalir menjadi penyebab utama lesunya pasar konsol saat ini.

“Pendapatan dari kartu grafis gaming juga menurun karena tingginya biaya komponen di seluruh industri memicu kenaikan harga jual dan menekan permintaan pasar,” jelas Lisa Su.

Meski segmen gaming melemah, lini personal computer (PC) AMD masih terselamatkan berkat pertumbuhan divisi Client sebesar 23 persen yang didorong oleh kuatnya penjualan prosesor Ryzen. Lisa Su menegaskan bahwa ekspansi kebutuhan komputasi untuk AI menempatkan portofolio teknologi AMD pada posisi yang sangat strategis untuk terus bertumbuh pesat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Impor Minyak dari Rusia
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Berpotensi Jadi Pemimpin Kehutanan Global, Kemenhut Perkuat Diplomasi
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Serial The Bombing of Pan Am 103 Jadi Tayangan Terpopuler Baru di Netflix
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
5 Arti Mimpi Air Terjun yang Ternyata Berkaitan dengan Perubahan Hidup hingga Stres, Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
• 59 menit lalugrid.id
thumb
PN Jaksel Jadwalkan Sidang Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah 18 Agustus
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.