KOMPAS.TV - RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menonaktifkan seorang dokter yang ikut mencibir pasien BPJS di media sosial. Sebelumnya, pasien yang akhirnya meninggal itu sempat mengeluhkan layanan rumah sakit karena belum mendapat kamar, meski telah menunggu delapan jam.
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito mengakui Elda Putri Rahardini merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.
Meski dr. Elda telah meminta maaf melalui media sosial, pihak rumah sakit akan tetap melakukan penegakan soal pendidikan bermartabat dengan menonaktifkan yang bersangkutan.
Sebelumnya, pasien BPJS bernama Yurizal curhat di media sosial karena menunggu delapan jam untuk mendapat kamar di sebuah rumah sakit.
Curhatan itu mendapat cibiran sejumlah dokter dan tenaga kesehatan, termasuk dr. Elda. Beberapa waktu kemudian, sang pasien meninggal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi kasus viral oknum tenaga kesehatan yang dinilai tidak berempati terhadap meninggalnya seorang pasien BPJS di media sosial.
Budi mengaku merasa gagal menjadi menteri setiap kali ada pasien meninggal, terutama mereka yang masih berusia muda.
Menkes memastikan pembenahan akan terus dilakukan, baik dari sisi fasilitas, peralatan, maupun sumber daya manusia kesehatan.
#menkes #bpjs #rsud
Baca Juga: Mahkamah Agung Respons Ralat Komisi Yudisial soal Rekomendasi Dugaan Pelanggaran Etik Hakim| MA NEWS
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- menkes
- bpjs
- rsud





