JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebuah insiden langka terjadi di luar angkasa. Sisa roket Falcon 9 milik perusahaan antariksa SpaceX secara tak sengaja menabrak permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026) pukul 06.35 UTC atau sekitar 13.35 WIB.
Puing antariksa berupa bagian atas ( second stage) roket seberat 4 ton dan sepanjang 12 meter tersebut menabrak area dekat Kawah Einstein di belahan utara Bulan. Roket tersebut melaju sangat kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 8.700 kilometer per jam. Benturan keras itu menghasilkan energi setara ledakan 3 ton TNT, yang diperkirakan memicu kawah baru berdiameter sekitar 18 meter dengan kedalaman 4 meter di permukaan Bulan. BACA JUGA:Airlangga Sebut Ekonomi Tumbuh Solid 5,29 Persen, Sektor Pariwisata Jadi Penggerak Utama Insiden ini bukanlah aksi sengaja, melainkan dampak dari gravitasi ruang angkasa yang terjadi selama 18 bulan. Misi Awal : Bagian roket ini merupakan sisa pendorong peluncuran dua wahana pendarat Bulan (Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience milik ispace) pada 15 Januari 2025. Kehabisan Bahan Bakar : Usai mendorong beban utama ke orbit Bulan, roket kehabisan bahan bakar sehingga tidak bisa diarahkan kembali ke atmosfer Bumi untuk dibakar secara aman. Efek Terombang-ambing : Selama setahun lebih, roket melayang dan terombang-ambing akibat tarikan gravitasi Bumi, Matahari, dan Bulan hingga akhirnya jalurnya mengarah tepat ke permukaan Bulan. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memastikan bahwa peristiwa ini sama sekali tidak berbahaya bagi Bumi maupun keselamatan manusia . BACA JUGA:Topang PDB Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.378, Cek Rekomendasinya Meski tidak berbahaya, fenomena ini dimanfaatkan para astronom dunia untuk mempelajari kondisi geologi Bulan melalui semburan debu ( dust plume ) serta material bawah permukaan yang terlempar akibat tabrakan tersebut. Wahana pengorbit milik NASA (Lunar Reconnaissance Orbiter/LRO) dan wahana Danuri milik Korea Selatan saat ini sedang diposisikan untuk mengabadikan foto kawah baru hasil tabrakan roket besutan Elon Musk tersebut.




