HARIAN.FAJAR.CO.ID, BANDUNG — Darije Kalezic langsung mendapat ujian berat bersama PSM Makassar pada laga perdana Super League 2026/2027.
Juku Eja harus bertandang ke markas juara bertahan Persib Bandung pada pekan pembuka. Duel kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (6/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling menarik pada pekan pertama Super League 2026/2027.
Persib datang dengan status sebagai juara bertahan. Maung Bandung tentu ingin mengawali upaya mempertahankan gelar dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri.
Sementara PSM Makassar datang membawa misi berbeda.
Juku Eja ingin menjadikan pertandingan tersebut sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa mereka telah melakukan pembenahan serius setelah melalui musim sebelumnya yang tidak sesuai harapan.
Bagi Darije Kalezic, laga kontra Persib sekaligus menjadi ujian awal untuk mengukur sejauh mana tim yang dibangunnya mampu bersaing menghadapi salah satu kekuatan terbesar di kompetisi.
PSM tidak hanya dituntut bertahan dari tekanan Persib. Mereka juga harus mampu menunjukkan identitas permainan dan memanfaatkan setiap peluang untuk mencuri poin di Bandung.
Persiapan PSM sendiri terus dilakukan. Manajemen dan tim pelatih masih berusaha menyempurnakan komposisi skuad, termasuk sektor pemain asing.
Hingga awal Agustus 2026, PSM telah memiliki 10 pemain asing dalam daftar tim. Enam di antaranya merupakan pemain baru, yakni Nenad Lalic, Stevan Jevtoski, Luka Bulatovic, Sergio Aguero, Stefan Baltic, dan Navarone Foor.
Sementara empat pemain asing lainnya merupakan bagian dari skuad musim sebelumnya yang dipertahankan, yakni Dusan Lagator, Luka Cumic, Aloisio Neto, dan Victor Luiz.
Kehadiran pemain baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kedalaman skuad Juku Eja.
Salah satu nama yang paling menarik perhatian adalah Navarone Chesney Kai Foor.
Gelandang serang berkebangsaan Belanda itu telah mengikuti latihan bersama PSM di Stadion Kalegowa sejak Selasa (4/8/2026).
Foor terlihat menjalani sejumlah menu latihan bersama rekan-rekannya. Ia mengikuti latihan penguatan otot, kecepatan, kelincahan hingga taktikal.
Namun, pemain berusia 34 tahun tersebut belum terlihat ambil bagian dalam game internal 11 lawan 11.
Foor diproyeksikan menjadi tambahan kekuatan di sektor gelandang serang setelah PSM kehilangan sejumlah pemain di posisi tersebut.
Pengalaman panjang Foor di Eropa menjadi salah satu modal yang diharapkan mampu memberikan perbedaan bagi Juku Eja.
Ia pernah memperkuat NEC Nijmegen dan Vitesse Arnhem di Belanda. Bersama Vitesse, Foor bahkan berhasil memenangkan Piala Belanda pada musim 2016/2017 dan merasakan atmosfer Europa League.
Setelah meninggalkan Belanda, Foor juga menjalani karier di sejumlah negara, mulai dari Uni Emirat Arab, Siprus, Latvia hingga Turki.
Kini pengalaman tersebut akan diuji di sepak bola Indonesia.
Kehadiran Foor juga memiliki cerita tersendiri bagi publik sepak bola nasional.
Pemain kelahiran Belanda itu memiliki darah Indonesia. Ia disebut memiliki darah Toraja dari sang nenek, Christina Seru, yang berasal dari Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara.
Sementara dari garis keluarga lainnya, Foor memiliki darah Maluku dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.
Latar belakang tersebut membuat nama Foor bukan sesuatu yang asing dalam pembicaraan mengenai Timnas Indonesia.
Pada 2017, Foor sempat masuk radar program naturalisasi Timnas Indonesia bersama sejumlah pemain keturunan lainnya, termasuk Sandy Walsh dan Ezra Walian.
Namun, proses tersebut tidak berlanjut hingga Foor memperkuat Timnas Indonesia senior.
Ia justru meneruskan karier di Eropa dan sempat memperkuat Timnas Belanda kelompok umur U-19, U-20 dan U-21.
Kini, hampir satu dekade setelah pernah dikaitkan dengan program naturalisasi, Foor kembali bersentuhan dengan sepak bola Indonesia melalui PSM Makassar.
Kehadirannya diharapkan bukan sekadar menjadi tambahan jumlah pemain asing, tetapi mampu memberikan pengalaman dan kualitas di lini tengah.
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, berharap setiap pemain baru yang didatangkan PSM mampu memberikan kontribusi nyata.
“Kami sih tentu berharap, siapa pun yang datang nanti bisa memberi kontribusi yang bagus untuk tim. Supaya PSM juga bisa bermain bagus dan hasilnya tidak seperti musim lalu lagi,” ujarnya.
Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar juga menilai PSM sebaiknya memaksimalkan kuota pemain asing yang tersedia.
Namun, ia mengingatkan bahwa pemain yang didatangkan harus benar-benar sesuai kebutuhan tim.
Menurutnya, faktor usia bukan persoalan selama pemain masih mampu menunjukkan performa terbaik.
“Kalau bisa dimaksimalkan, ya maksimalkan saja kuota yang ada. Pemain berpengalaman itu kan bagus, bisa menjadi leader. Jadi usia di atas 30 tahun juga tidak apa-apa, yang penting masih perform, bisa menyesuaikan dengan karakter permainan tim,” katanya.
Dengan komposisi tersebut, PSM memiliki sejumlah opsi baru sebelum memasuki kompetisi resmi.
Namun, kedalaman skuad saja tidak cukup.
Darije Kalezic harus segera menemukan kombinasi terbaik agar pemain-pemain baru bisa menyatu dengan sistem permainan PSM.
Persib tentu menjadi ujian ideal.
Bermain di GBLA menghadapi juara bertahan akan memperlihatkan seberapa jauh perkembangan Juku Eja selama masa persiapan.
Jika mampu mencuri poin, bahkan mengalahkan Persib, PSM akan mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar sejak awal musim.
Sebaliknya, kekalahan juga dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi Kalezic untuk memperbaiki kekurangan sebelum kompetisi memasuki pekan-pekan berikutnya.
Pertandingan ini juga menjadi duel dua tim dengan target berbeda.
Persib ingin mempertahankan status sebagai penguasa kompetisi, sedangkan PSM berusaha bangkit dan membangun kembali kekuatan setelah musim sebelumnya berjalan kurang maksimal.
Karena itu, duel Persib kontra PSM bukan sekadar laga pembuka.
Bagi Kalezic, pertandingan tersebut menjadi ujian pertama untuk membuktikan kualitas proyek barunya bersama Juku Eja.
Sementara bagi PSM, GBLA menjadi panggung untuk menjawab satu pertanyaan besar.
Mampukah Juku Eja membuat kejutan di kandang juara bertahan dan membuka Super League 2026/2027 dengan hasil positif?
Jawabannya akan ditentukan selama 90 menit di Bandung.





