JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gundadi Sadikan menyoroti kasus pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan yang dicibir tenaga kesehatan (nakes) usai mengeluh di media sosial.
Yurizal melalui akun Threads @yurizaltrich membuat utas bahwa dirinya belum mendapatkan ruang perawatan meski sudah menunggu 8 jam.
Namun, pasien BPJS tersebut justru mendapatkan cibiran dari nakes di media sosial pribadinya hingga dinyatakan meninggal dunia karena diduga terlambat mendapatkan penanganan.
“8 jam belum dapat ruangan. Gamau spil RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulis Yurizal, dikutip Disway.id Kamis, 6 Agustus 2026.
“Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalo curhat gini di threads, sebelumnya dia sakit ga pernah cerita2 kmn bahkan ke keluarga, apa2 nyimpen sendiri sudah ya jgn ada hate lg di sini,” tulis akun @hilperd di utas Yurizal.
BACA JUGA:Menkes Soroti Kasus Pasien BPJS, Minta Layanan Kesehatan Diperbaiki
Menkes Merasa Gagal Pasien BPJS Meninggal DuniaBudi Gunadi buka suara soal polemik cibiran yang dilakukan tenaga kesehatan, termasuk dokter terhadap unggahan pasien BPJS Kesehatan.
Ia mengaku sedih dengan insiden tersebut sebab tugasnya untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.
"Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia, dari 72 ke 76 [tahun]," kata Budi di kantor Kemenkes pada Rabu, 5 Agustus 2026.
“Jadi setiap ada yang meninggal itu saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya masih muda, saya merasa sebagai Menkes gagal,”," sambungnya.
BACA JUGA:Profil dan Biodata Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal dan Dihujat Dokter Gegara Ngeluh
Jadi Evaluasi Untuk Sistem KesehatanLebih lanjut, Budi mengatakan setiap pasien yang meninggal dunia menjadi evaluasi bagi sistem kesehatan.
Menjes mengakui masih ada berbagai kekurangan dalam sistem kesehatan di Indonesia yang harus dibenahi.
Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperbaiki, mulai dari fasilitas kesehatan, alat kesehatan, hingga sumber daya manusia (SDM) kesehatan.
Meski begitu, Budi menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memperbaikinya.
- 1
- 2
- »





