Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) atau indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja di Indonesia mengalami penurunan, berdasarkan catatan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS edisi Mei 2026, terungkap TPT terbaru sebesar 4,65% secara nasional. Angka ini turun dibanding catatan per Februari 2026 yang sebesar 4,68%.
"Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat sekitar lima orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja. TPT mengalami penurunan 0,03 persen poin jika dibandingkan dengan Februari 2026," sebagaimana dikutip dari laporan BPS, Kamis (6/8/2026).
Pada Mei 2026, TPT laki-laki sebesar 4,85%, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 4,32%. TPT laki-laki dan perempuan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,03% poin dan 0,04% poin dibandingkan Februari 2026.
Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 5,54%, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,15%. Dibandingkan Februari 2026, TPT perkotaan dan perdesaan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,05% poin dan 0,04% poin.
Jika ditelisik berdasarkan provinsinya, TPT mengalami kenaikan di sejumlah daerah, tatkala secara nasional mengalami penurunan. Daerah yang mengalami kenaikan TPT di antaranya Aceh 5,89% dari sebelumnya 5,88%, Sumatera Utara 5,03% dari 5,01%, serta Sumatera Barat 5,53% dari 5,51%.
Lalu, di Jambi TPT nya menjadi 4,10% dari sebelumnya 3,99%, Sumatera Selatan 3,60% dari 3,59%, serta Lampung yang juga naik menjadi 3,97% dari sebelumnya sebesar 3,95%. Demikian juga di Kepulauan Bangka Belitung menjadi 4,21% dari 4,15% per Februari 2026.
Jawa Tengah juga mengalami kenaikan TPT pada Mei 2026 menjadi 4,30% dari sebelumnya 4,24%. Lalu, Yogyakarta menjadi 3,11% dari sebelumnya 3,05%, dan Nusa Tenggara Timur menjadi 3,26% dari 3,16% pada Februari 2026.
Kalimantan Tengah juga tercatat mengalami kenaikan TPT menjadi 3,59% dari sebelumnya 3,44%, Kalimantan Selatan 3,81% dari 3,80%, Sulawesi Utara menjadi 5,85% dari 5,75%, Sulawesi Tengah 2,97% dari 2,95%, serta Sulawesi Tenggara menjadi 3,47% dari 3,25%.
Gorontalo turut mengalami kenaikan TPT pada Mei 2026 menjadi 3,35% dari sebelumnya 3,17%. Sama hal nya dengan Papua Barat menjadi 4,19% dari 4,10%, dan Papua 7,08% dari sebelumnya tercatat 7,02%. Papua Selatan juga naik menjadi 5,29% dari 5,25% dan Papua Pegunungan 1,86% dari 1,70%.
Dengan catatan ini, maka TPT terbanyak pada Mei 2026 masih berada di wilayah Papua dengan besaran 7,08%, sedangkan TPT yang paling rendah berada di wilayah Bali dengan besaran hanya 1,52%.
Di Bali pun, TPT nya turun dari sebelumnya 1,59. Demikian juga di DKI Jakarta menjadi 5,79% dari sebelumnya 6,03%, serta Banten yang menjadi 6,48% dari 6,59%.
Penurunan TPT juga terjadi di Jawa Barat menjadi 6,61% dari sebelumnya 6,64% dan di Kalimantan Timur menjadi 5,24% dari 5,27%, serta Maluku 5,75% dari 5,80% maupun Maluku Utara dari 4,40% dari 4,46% bersama dengan daerah lainnya.
"Pada Mei 2026, TPT tertinggi berada pada tamatan Sekolah Menengah Kejuruan, yaitu sebesar 7,68 persen. Sementara itu,
TPT terendah berada pada tingkat pendidikan SD ke Bawah yaitu sebesar 2,31 persen," sebagaimana tertera dalam laporan terbaru BPS.
(arj/arj)




