Jakarta, VIVA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memaparkan teknologi adsorbed natural gas (ANG) sebagai salah satu alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan teknologi tersebut menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan karena dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.
"Memang ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk ANG atau adsorbed natural gas yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia. Nah, sehingga nanti semua itu akan kami paparkan," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, teknologi ANG memiliki keunggulan karena dapat digunakan pada tekanan di bawah 30 bar sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti LPG.
"Tadi energi, kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar, maka itu bisa menjadi pengganti LPG. Jadi, ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi," ujarnya.
Dia mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari paparan BRIN mengenai hasil-hasil riset yang berpotensi mendukung penyelesaian berbagai persoalan bangsa, khususnya di sektor energi.
Dikutip dari laman BRIN, ANG merupakan teknologi penyimpanan gas alam menggunakan material adsorben berpori seperti metal-organic framework (MOF), sehingga gas dapat disimpan pada tekanan yang jauh lebih rendah dibanding compressed natural gas (CNG).
Hal itu memberikan keuntungan dari sisi keselamatan, efisiensi penyimpanan, dan potensi pengurangan biaya sistem, meskipun teknologi ANG masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk mencapai skala komersial yang luas.
Selain teknologi ANG, BRIN juga memamerkan sekitar 150 sampai 200 produk inovasi dari 12 klaster riset, termasuk di bidang pangan, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang hingga inovasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan kampung nelayan.
Arif menambahkan Presiden Prabowo dijadwalkan berkeliling melihat langsung berbagai inovasi yang dipamerkan dan berdialog dengan para peneliti yang mengembangkannya.





